Hukum

Kelompok Militan membunuh Kluarga di Sigi, Kejar Jangan Sampai Lolos

BTN iklan

LEI, Jakarta- Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo mengatakan, Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora telah melakukan pelanggaran hukum berat dengan membunuh satu keluarga di Sigi, Sulawesi Tengah.

Karena itu, kelompok militan tersebut harus dikejar sampai dapat sebagaimana perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi), kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Azis.

 

“Kan sudah ada perintah Presiden untuk lakukan pengejaran dan dicari sampe dapat. Itu adalah keputusan pemerintah dan keputusan Presiden untuk bisa mengerahkan alat negara aparat penegak hukum,” ucap Agus di Gedung Lemhanas, Jakarta, Kamis (3/12/2020).

“Karena dilihat bahwa jelas-jelas kelompok ini telah melakukan pelanggaran hukum yang termasuk berat,” tambah dia.

Sebelumnya, satu keluarga yang terdiri atas empat orang di Dusun Lepanu, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, diduga dibunuh oleh Kelompok MIT. Peristiwa pembantaian sadis tersebut terjadi pada Jumat (27/11) pukul 09.00 WITA.

Menko Polhukam Mahfud MD menuturkan, pemerintah akan melakukan tindakan tegas dan memburu para pelaku. Pemburuan dilakukan melaui Satuan Tugas (Satgas) Operasi Tinombala.

Lebih lanjut Mahfud menjelaskan pelaku pembantaian tersebut yakni kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Menurutnya, MIT adalah sisa-sisa dari anak buah Santoso.

“Memang pelakunya adalah Mujahidin Indonesia Timur. Kelompok Mujahidin Indonesia Timur ini adalah sisa sisa kelompok Santoso yang sekarang masih tersisa beberapa orang lagi, dan operasi Tinombala, atau Satgas Tinombala sedang mengejar sekarang,” ucapnya.

 

Kontributor: Dwitya Yonathan

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami