Hukum

Kembang 88 Beri Tawaran Pembayaran

BTN iklan

Jakarta/Lei – PT Kembang 88 Multifinance mengklaim telah menemukan jalan terang dalam merestrukturisasi utang-utangnya kepada kreditur yang mayoritas berasal dari pihak perbankan, termasuk soal sumber dana.

Pada rencana perdamaian teranyar yang ditawarkan debitur dalam masa penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU), perusahaan menjanjikan membayar cicilan selama 7 tahun kepada 15 kreditur bank.

Selain itu, Kembang 88 mengklaim telah mendapatkan sumber dana pembiayaan. “Sumber dana berasal dari collection atas current account receivable, perbaikan atas non performing finance dan penjualan agunan yang diambil alih, yang seluruhnya digunakan untuk rolling bisnis,” papar proposal perdamaian Kembang 88 yang Bisnis kutip, Minggu (26/2).

Debitur juga mengakui mendapatkan suntikan dana Rp40 miliar dari pemegang saham untuk menutup tagihan.

Seiring dengan pembayaran utang, debitur juga memprioritaskan merilis buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB) dari konsumen yang telah lunas. Total terdapat 2.278 BPKB yang belum dapat diserahkan kepada konsumen, lantaran cash flow debitur yang terbatas.

Seluruh BPKP tersebut masih dipegang oleh 15 bank selaku kreditur. Adapun bank yang yang paling banyak menahan BPKB dari konsumen debitur adalah PT Bank CIMB Niaga Tbk., PT Bank JTrust Indonesia Tbk., dan PT Bank Syariah Mandiri dengan masing-masing sebanyak 562, 450, dan 232 BKPB.

Direktur PT Kembang 88 Multifinance Robby Yahya berujar penyerahan BPKB ke konsumen dinilai penting untuk meredam pengaduan konsumen ke kantor regional atau kantor pusat Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Debitur, lanjut dia, telah berupaya semaksimal mungkin untuk menyehatkan keuangan perusahaan dengan cara mengalokasikan kas yang minim, yang bersumber dari penghematan biaya operasional. Penghematan yang dimaksud antara lain perubahan struktur (downsizing) kantor cabang, pengurangan karyawan, dan penghematan operasional lainnya.

“Namun hal itu belum berpengaruh signifikan terhadap komplain konsumen. Oleh karena itu, kami melakukan pendekatan dengan pihak bank kreditur untuk mencari jalan keluar terbaik, salah satunya dengan rencana perdamaian,” tuturnya.

Perusahaan juga akan melanjutkan opersional usahanya pada tahun ke-7 setelah seluruh kewajiban terbayarkan. Aksi korporasi yang akan dieksekusi yaitu penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO), menjual sebagian besar saham kepada pihak strategis, dan mengeluarkan surat utang.

Kembang 88 telah berstatus PKPU tetap pada 24 Februari 2017. Perusahaan pembiayaan mobil ini juga diklaim sudah tidak beroperasi atau dalam posisi stop-selling sejak pertengahan 2016.

Debitur mengalami kesulitan finansial untuk membayar cicilan bank, imbas dari kondisi ekonomi yang memburuk sejak 2015. Karena pembayaran macet, akhirnya pihak bank menahan BPKB konsumen sebagai jaminan. Padahal konsumen telah melunasi cicilan mobil pada debitur selaku penyalur kredit.

Kuasa hukum Kembang 88 Nofrizal mengatakan debitur akan terus mengkomunikasikan proposal perdamaian kepada kreditur. Pihaknya diberi waktu untuk melakukan pembahasan dan mematangkan rencana perdamaian hingga masa PKPU tetap berakhir pada 24 Maret 2017.

“PKPU tetap ini diberikan dengan tujuan untuk membicarakan kembali proposal perdamaian yang telah disampaikan pada rapat kreditur,” katanya, Jumat (24/2).

Dalam proposal perdamaiannya, debitur akan melakukan pembayaran selama tujuh tahun atas pokok utang. Adapun bunga dan denda dihapuskan dalam pembayaran utang ini.

Jumlah kewajiban Kembang 88 kepada kreditur mencapai Rp1,5 triliun. Utang tersebut berupa kredit perbankan Rp1,3 triliun dan utang lainnya Rp200 miliar.

CARI INVESTOR

Salah satu pengurus PKPU Andrey Sitanggang mengungkapkan debitur memang harus mencari investor. Kalau tidak, proses PKPU ini tidak mudah untuk mencari titik temu.

Berdasarkan neraca keuangan debitur per 31 Desember 2016, masih ada selisih yang besar antara aset dan kewajiban kepada para kreditur. Jumlah aset Kembang 88 Rp866 miliar, yang terdiri dari piutang Rp504 miliar, agunan Rp185 miliar dan piutang lainnya Rp177 miliar.

Daftar kreditur yang dimiliki tim pengurus antara lain PT Bank Muamalat Indonesia Tbk., PT Bank CIMB Niaga Tbk., PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT BRI Syariah, PT Bank QNB Indonesia Tbk., PT Bank JTrust Indonesia Tbk., PT Bank Syariah Mandiri, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Bukopin Tbk., dan PT Bank Commonwealth.

Perlihatkan Lebih

5 Komentar

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami