Ekonomi

Kemenkop Apresiasi AJWELP Tumbuhkan Start Up Berdaya Saing

BTN iklan

Jakarta, LEI – Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Agus Muharram, mengapresiasi diselenggarakannya ASEAN-Japan Women Entrepreneurs Linkage Program (AJWELP) 2017 untuk menumbuhkembangkan wirausaha baru, khususnya di kalangan perempuan.

Agus dalam keterangan pers yang diterima Minggu (10/12/2017), juga memberikan apresiasi pada KADIN Indonesia dan para mentor yang telah membekali start-up dari negara-negara ASEAN.

“Acara yang mendatangkan perwakilan pengusaha baru atau start-up di negara-negara ASEAN ini sangat mendukung dalam upaya kita menumbuhkan kewirausahaan yang berdaya saing,” ujar Agus pada penutupan AJWELP di Jakarta Selasa malam (5/12/2017).

Acara itu juga dihadiri Mr. Matasaka Fujita selaku Secretary General ASEAN Japan Centre, Mr. Kazuo Sunaga sebagai Ambassador, mission of Japan to ASEAN, Shinta Sukamdani selaku Wakil Ketua Umum KADIN bidang Hubungan Internasional, Pacita Juan selaku chair AWEN, dan Norlela Suhailee selaku chair ASEAN Coordinating Commite SME.

Agus menjelaskan, dengan tiadanya lagi jarak ruang dan waktu berkat e-commerce, maka start-up harus bisa tumbuh menjadi pengusaha baru yang memiliki daya saing global.

“Dengan e-commerce, kita harus siap misalnya buyer kita ternyata dari Jepang, Korea, dan sebagainya. Dengan saling menimba informasi melalui AJWELP ini, pengusaha ASEAN khususnya Indonesia akan punya nilai tambah,” katanya.

Menurut Agus, digelarnya acara ini juga memberikan nuansa dan wawasan baru bagi peserta maupun para start-up, bahwa menembus pasar regional maupun global bukanlah hal yang sulit untuk dicapai, asalkan mau mengikuti perkembangan global dan IT pada khususnya.

Perlu Diringkatkan

Waketum KADIN Indonesia, Shinta Sukamdani mengatakan, kiprah pengusaha wanita di Indonesia masih perlu ditingkatkan, baik dari segi jumlah maupun posisinya di perusahaan. “Saat ini baru sekitar 20% saja pengusaha wanita, mayoritas masih kaum pria,” ujarnya.

Sementara wanita yang menjadi CEO maupun founder perusahaan, masing-masing baru sebesar 5% saja. “Untuk itu melalui ajang ini merupakan wadah tepat meningkatkan kiprah wanita dalam bisnis,” katanya.

Namun Shinta memastikan pengusaha wanita memiliki kelebihan. Apa itu? jika pengusaha pria bisa sukses karena dorongan wanita atau istri, namun pengusaha wanita yang sukses, lebih banyak karena faktor dirinya sendiri.

Belajar dan Berbagi Pengalaman

Sementara itu Sekjen ASEAN-Japan Centre, Matasaka Fujita mengatakan, AJWELP di Jakarta ini merupakan penyelenggaraan kedua, setelah pada 2016 digelar di Manila Filipina.

“Dalam AJWELP peserta saling belajar berbagi pengalaman dalam merintis usaha, juga mendapat pelatihan dari para mentor,” katanya.

Maksud digelarnya acara ini yaitu memberikan wawasan dan pembekalan pada start-up untuk bisa lebih memberikan kontribusi baik di pasar domestik maupun mancanegara.

Masing-masing peserta lantas melakukan presentasi di depan mentor yang nantinya akan dipilih beberapa start-up untuk dibantu, sesuai dengan kebutuhan masing-masing start-up.

Perwakilan dari masing masing negara memiliki ragam bisnis berbeda-beda, mulai dari manufaktur, agribisnis, maupun teknologi.

Dalam AJWELP 2017 ini, Indonesia diwakili Natalia Merlina Indarto (co-founder Miss Mary batik). Perwakilan dari negara ASEAN lain di antaranya, Ramona Morales (co founder & CEO Klaseko Web Enroollment) dari Filipina.

Chia Wen Anh, founder Green Yards (Malaysia), Vu Nguyet Anh (CEO ECM Connect Vietnam). Sirasom Borisutauwan (CEO, co- founder U Drink I Drive, Thailand.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami