Ekonomi

Kemenkop dan UKM Terus Perkuat Kelembagaan KUD Sawit

BTN iklan

Jakarta, LEI – Sekretaris Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM, Agus Muharram, mengungkapkan bahwa kondisi Koperasi Unit Desa (KUD) saat ini sudah berbeda jauh dengan masa lalu sejak bergulirnya program revitalisasi KUD.

Saat ini, kata Agus dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (11/4/2018),
menyampaikan banyak KUD sudah memiliki pengurus yang  profesional dan berdedikasi tinggi sehingga berujung pada peningkatan kinerja KUD secara menyeluruh.

“Terbukti, saat ini, ada sekitar 72 KUD di Riau dan Jambi beranggotakan 30 ribu petani yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit yang melakukan kerja sama Inti Plasma dengan perusahaan besar Asian Agri. Usaha besar mau kerja sama dengan koperasi karena koperasinya baik dan bagus,” ujar Agus pada acara pembagian premi minyak sawit berkelanjutan dari Asian Agri untuk petani kelapa sawit anggota koperasi di Jakarta, kemarin.

Untuk itu, lanjut Agus, pihaknya akan terus memperkuat kelembagaan petani yang tergabung dalam koperasi. “Kemenkop dan UKM sangat peduli untuk turut menjaga industri perkebunan kelapa sawit di Indonesia secara berkelanjutan. Pasalnya, potensi ekonomi dari sawit nasional itu sangat besar. Apalagi, dari sekitar 14,03 juta hektar perkebunan kelapa sawit yang ada, 40% di antaranya merupakan perkebunan rakyat. Di mana mayoritas petaninya merupakan anggota koperasi,” ujar Agus.

Bahkan, Agus menekankan, bahwa pemerintah amat terbantu dengan adanya kerja sama antara Inti dengan plasma binaannya, seperti yang dilakukan Asian Agri. “Terlebih lagi, itu sesuai dengan program Nawacita yang salah satunya mengamanatkan pembangunan dari mulai desa-desa. Oleh karena itu, Kemenkop dan UKM akan terus membenahi dan memperkuat institusi koperasi yang ada di pedesaan di seluruh Indonesia,” tandasnya.

Agus mengakui bahwa saat ini banyak koperasi atau KUD yang dalam pembiayaannya berasal dari swadaya para anggotanya, tidak lagi dari bantuan pemerintah. Tapi, bukan berarti pemerintah tidak hadir di sana dalam membangun KUD di daerah-daerah perkebunan.

“Kita memiliki program pembiayaan seperti kredit usaha rakyat atau KUR dan dana bergulir dari LPDB KUMKM dengan bunga yang sangat murah. Saya berharap para petani sawit bisa memanfaatkan program tersebut,” kata Agus.

Menurut Agus, banyak keuntungan yang didapat dari pola kerja sama Inti Plasma ini. Di antaranya, pasar bagi produk yang dihasilkan petani sudah jelas ada. Di mana produk petani pasti dibeli oleh inti, dalam hal ini Asian Agri.

“Inti juga berkewajiban membina plasmanya. Plasma jangan dijadikan sebagai objek, melainkan mitra yang saling menguntungkan. Selain itu, kerja sama Inti Plasma ini juga tidak semata-mata menanam sawit tapi juga menjaga lingkungan,” katanya.

Agus juga berharap KUD-KUD kelapa sawit yang ada di Riau dan Jambi untuk segera memperkuat sektor usahanya melalui kemajuan teknologi atau IT. “Dengan IT, para petani bisa memonitoring pergerakan harga sawit dunia, kualitas produk, hingga memonitor persaingan di pasar,” ujar Agus.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami