Investasi

Kena Tipu Investasi Logam Mulia Antam.

BTN iklan

LEI,Jakarta – Di Era Pandemi dan tengah tren kenaikan harga emas batangan atau logam mulia Antam, ratusan masyarakat jadi korban penipuan beli emas dengan iming-iming harga lebih murah. Pelaku berhasil mengelabui korban melalui media sosial Facebook (FB) dengan membawa total uang yang ditaksir bisa mencapai puluhan miliar.

Salah seorang korban wanita bernisial IS (27), warga Sidoarjo, Jawa Timur mengaku mengalami kerugian hingga Rp 21 juta. Dia mengaku tertarik dengan harga murah yang ditawarkan lewat live streaming di akun Facebook pelaku dengan nama akun Ginceu Iluva (Gina Salsabila).

IS memutuskan untuk order pertama pada 13 Juli 2020 lalu dengan emas seberat 10 gram seharga Rp 7 juta. Namun barang tersebut tak kunjung sampai di rumahnya hingga saat ini.

Aku pertama liat live-nya dia (di Facebook) pas bulan Juli tuh aku mulai tertarik beli. Pas tanggal 13 (Juli) aku order pertama 10 gram. Biasanya kan PO 2 minggu nunggunya paling lama, setelah 2 Minggu aku WA adminnya katanya ‘sabar, antre, nunggu antrean’ gitu. Tapi kok sampai sekarang ternyata barangnya tidak dikirim,” cerita IS kepada detikcom, Rabu (9/9/2020).

Diduga, barang orderan pertama belum dikirim namun IS memutuskan untuk order kedua pada 20 Juli dengan emas seberat 20 gram seharga Rp 14 juta. Dia diiming-imingi bahwa harga emas dalam beberapa hari ke depan akan naik lagi sehingga diputuskan untuk order saat itu juga.

 

“20 Juli order lagi, emas kan semakin lama semakin naik jadinya (tertarik). Di live-nya dia itu juga bilang kalau tanggal 29 Juli itu sudah mulai harga naik jadinya yaudah saya putuskan untuk nambah lagi 20 gram, jadi totalnya 30 gram,” ucapnya.

 

“Aku lihat dari testimoninya kan banyak, memang sistemnya dia harus nunggu jadinya yowes aku percaya testimoni-testimoninya dia aja, kok ternyata apes,” tambahnya.

 

IS bisa dibilang lebih beruntung dari korban lainnya karena kerugian yang dialami lebih sedikit. Dilansir Legal Era Indonesia, seorang wanita warga Batam berinisial NU mengaku mengalami kerugian mencapai Rp170.150.000, dengan total orderan emas yang belum diterimanya hingga saat ini seberat 268 gram.

Bahkan, salah seorang korban berinisial AR yang berdomisili di Batam mengalami kerugian mencapai Rp 1 miliar lebih. Sebagian besar uang yang dipergunakan para korban merupakan hasil pinjaman dari pihak lain.

 

“Banyak korban yang sengaja pinjam uang orang dan sekarang kita harus cari uang lagi untuk balikin itu. Bahkan ada juga korban yang pinjam ke rentenir untuk beli Antam ini. Kita percaya sama dia karena memang dia kasih identitas yang benar dan alamatnya sesuai. Emas itu dikirim dari alamat rumahnya sendiri, kalau nggak salah di Komplek Walikota, daerah Cilincing, Sukapura situ,” kata NU.

 

Untuk memesan emas Antam dari pelaku tidak sulit. Calon pembeli cukup mengirimkan format order dan melampirkan bukti transfer bank. Emas yang dijual pelaku juga sudah versi yang baru, lengkap dengan barcode sehingga membuat para korban tergiur membeli emas Antam dari pelaku.

Saat ini, para korban berharap agar uangnya bisa segera kembali dan pelaku bisa ditangkap pihak berwajib untuk menjalani hukuman penjara. Perbuatan pelaku telah dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri melalui kuasa hukum para korban, John Ferry Situmeang.

Mengapa banyak yang tergiur akan adanya penjualan emas antam disebabkan salah satunya  harga emas Antam akhirnya naik lagi. Kenaikan ini adalah yang pertama kalinya dalam sepekan terakhir setelah terakhir kali naik pada tanggal 1 September 2020.

Harga emas hari ini tercatat naik Rp 2.000 dari hari sebelumnya. Dengan demikian, emas Antam hari ini dijual Rp 1.017.000 per gram.

Sementara harga buyback atau pembelian kembali emas Antam hari ini juga naik Rp 2.000. Harga buyback berada di level Rp 916.000 per gram

Harga buyback ini berarti, jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya dengan harga emas tersebut.

Harga emas Antam tersebut sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9%. Bila ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, yaitu sebesar 0,45% maka bawa NPWP saat transaksi.

Kontributor: Dwitya Yonathan Nugraharditama.

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami