KesehatanLifestyleLiputan

Kenali Tekanan Darah Anda dan Cara Mengukur Tekanan Darah secara Mandiri

Apakah Anda termasuk dalam kategori normal, hipertensi, atau hipotensi?

BTN iklan

Tekanan darah merupakan tekanan yang terjadi pada pembuluh darah arteri ketika darah kita di pompa oleh jantung untuk di alirkan ke seluruh anggota tubuh. Tekanan darah bervariasi pada setiap orang, baik itu karena alamiah maupun karena faktor resiko yang terpapar oleh orang tersebut. Pada bayi dan anak-anak tekanan darah secara normal jauh lebih rendah daripada dewasa. Tekanan darah juga dipengaruhi juga oleh aktivitas fisik dan waktu, Tekanan darah akan lebih tinggi pada saat melakukan aktivitas dan lebih rendah ketika beristirahat. Tekanan darah paling tinggi di pagi hari dan paling rendah pada saat tidur malam hari.

Pengukuran Tekanan Darah

Dalam pengukurannya terdapat 2 yang perlu diukur, yaitu Sistolik dan Diastolik. Tekanan darah Sistolik merupakan tekanan darah yang terjadi pada saat otot jantung berkontraksi.Tekanan darah Diastolik merupakan tekanan yang terjadi pada saat otot jantung beristirahat atau tidak sedang berkonstraksi. Satuan tekanan darah adalah milimeter hydrargyrum atau air raksa disingkat mmHg. Pada format penulisan, tekanan sistolik ditulis sebagai angka pertama (pembilang) dan tekanan diastolik ditulis sebagai angka kedua (penyebut). Contohnya, tekanan darah 120/80 mmHg artinya tekanan darah sistoliknya adalah 120 mmHg dan diastoliknya adalah 80 mmHg.

Pemeriksaan tekanan darah rutin dapat dilakukan pada usia 18 tahun, minimal 2 kali dalam setahun. Pemeriksaan lebih sering dilakukan apabila Anda berusia 40 tahun keatas. Untuk memeriksa tekanan darah, mintalah bantuan perawat atau dokter, atau Anda dapat mengukur sendiri tekanan darah anda dengan alat tensimeter digital dengan cara seperti berikut:

  • Duduklah di kursi yang nyaman serta istirahatlah sekitar 5 menit.
  • Balutkan bagian tengah tangan atau sekitar 3 cm dari lekuk siku bagian dalam dengan selubung tensimeter, pastikan dibalut dengan kencang namun jangan terlalu kencang sebab akan mempengaruhi kualitas pembacaan terhadap tensimeter digital.
  • Pastikan katup pelepas udara sudah tertutup
  • Aturlah tekanan yang yang diberi tensimeter 30 sampai 40mmHg lebih tinggi dari pembacaan sistole yang terakhir, misalnya apabila tensi anda yang sebelumnya adalah 120/80mmHg maka aturlah tekanan yang akan diberi tensimeter 160mmHg.
  • Apabila prosesnya berjalan benar, maka secara perlahan selubung akan menembang serta ketikan sudah mencapai tekanan yang ditentukan secara perlahan selubung akan mengempis antara 2 sampai 5mmHg/ detik. Angka tersebut akan ditunjukkan pada layar tensimeter.
  • Catatlah angka yang yang ditunjukkan pada layar tensimeter serta lakukan pengukuran secara berkala di lain waktu. Apabila angka lebih tinggi berarti tekanan sistol dan jika rendah berarti tekanan diastol.

Normal, Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi), Hipotensi (Tekanan Darah Rendah)

Menurut The seventh Report of the Joint National Commite on Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Pressure (JNC-VII)Tekanan darah normal yaitu jika sistolik <120 mmHg dan diastolik <80 mmHg; Prehipertensi yaitu jika sistolik 120-139 mmHg atau diastolik 80-89 mmHg; Hipertensi grade 1 yaitu jika sistolik 140-159 mmHg atau diastolik 90-99 mmHg; Hipertensi grade 2 yaitu jika sistolik >160 mmHg atau diastolik >100mmHg; dan Hipotensi jika sistolik >90 mmHg dan diastolik >60 mmHg.

Jadi berapakah hasil pengukuran tekanan darah anda? konsultasikan lebih lanjut pada dokter Anda.

(dr. Naomi Chandradewi Manangka, Freiberg Jerman)

 

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami