EntertainmentLifestyle

Kendrick Lamar Bikin Heboh Saat Terima Pulitzer Prize

BTN iklan

Jakarta (LEI) – Kehebohan terjadi usai Kendrick Lamar menerima penghargaan Pulitzer Prize kategori musik periode 2018 dalam sebuah sesi makan siang di Columbia University, New York, Rabu (30/5).

Sebelumnya Lamar telah diumumkan menjadi musisi hip hop pertama yang mendapatkan penhargaan berkelas tersebut pada April lalu. Lamar diganjar Pulitzer atas albumnya, DAMN(2017).

Diberitakan Variety, selama acara makan siang dengan beberapa pemenang Pulitzer dan tamu lainnya, Lamar tidak berkomentar sama sekali ketika menerima penghargaan tersebut.

Ia baru menyampaikan rasa syukurnya dalam video yang disiarkan langsung di media sosial Facebook milik Pulitzer Prize.

“Ini suatu kehormatan…,” katanya mengawali sembari melanjutkan, “Saya sudah menulis seluruh hidup saya, jadi untuk mendapatkan pengakuan seperti ini, itu indah.”

Walau Lamar tampak anteng menerima Pulitzer kala itu, tapi tidak dengan pemenang dan tamu lainnya.

Selama acara, Lamar dilaporkan Vulture menjadi sorotan utama para tamu. Mereka tak sabar untuk bercengkerama dengan pelantun HUMBLE itu.

Kebanyakan dari mereka berusaha berswafoto dengan Lamar, termasuk oleh sejumlah jurnalis yang datang langsung ke mejanya.

Jurnalis Ronan Farrow yang juga menerima Pulitzer pun tidak tahan untuk segera berfoto dengan Lamar. Ia bahkan membawa ibunya, Mia Farrow untuk berswafoto bertiga dengan bintang hip-hop itu.

Di tengah kehebohan tersebut, pemandu acara Pulitzer Prize Dana Canedy berbagi soal betapa pentingnya kemenangan Lama kepada New York Times.

“Kami sangat bangga dengan pemilihan ini. Itu berarti juri dan sistem penilaian dewan bekerja sebagaimana seharusnya,” kata Canedy.

“Ini membawa cahaya terang pada hip-hop dengan cara yang benar-benar berbeda. Ini adalah momen besar untuk musik hip-hop dan momen besar bagi Pulitzer,” lanjutnya, dikutip Aceshowbiz.

Berkat Pulitzer Prize, musisi 30 tahun asal Los Angeles itu kini resmi bergabung dengan sejumlah komposer ternama Amerika, seperti Aaron Copland, Charles Ives, dan John Adams.

Dewan Juri, dalam pengumumannya, menjabarkan album DAMN sebagai “sebagai lagu virtuosic [memiliki keunggulan tinggi] yang disatukan oleh musik populer dan dinamisasi irama yang memberikan dampak atas penggambaran kompleksitas kehidupan masyarakat Afrika-Amerika.”

Album DAMN yang dirilis Lamar pada 2017 mengisahkan kembali permasalahan ras di Amerika Serikat.

Lamar sebelumnya pernah mengangkat hal ini melalui album To Pimp a Butterfly yang dipengaruhi jazz dan memberikan suara untuk pergerakan Black Lives Matter.

DAMN juga mengangkat cerita soal perlakuan rasis polisi terhadap kulit hitam di Amerika Serikat.  [cnn indonesia]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close