Hukum

Kepala Bakamla Perintahkan Eko Terima Fee Satelit Monitoring

BTN iklan

Jakarta, LEI – Eko Susilo Hadi, mantan Deputi Informasi, Hukum, dan Kerja Sama Bakamla juga merangkap Plt Sekretaris Utama Badan Keamanan Laut (Bakamla), membenarkan bahwa Kepala Bakamla,  Arie Soedewo memerintahkannya untuk menerima fee 2% dari PT Melati Technofo Indonesia, pemenang proyek satelit monitoring.

“Saya diberi tahu, kemudian 7,5% itu akan diberikan terlebih dahulu 2%. Kemudian saya diperintah untuk menerima yang 2%,” kata Eko saat bersaksi untuk terdakwa Fahmi Darmawansyah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (20/3/2017).

Saat jaksa menanyakan siapa yang memerintahkan menerima fee 2% dari nilai proyek satelit monitoring Rp  Rp 222,4 milyar, Eko menyebut nama Arie. “Kepala Bakamla, Arie,” ucapnya.

Eko menuturkan, Arie menyampaikan perintah itu jika tidak salah sekitar akhir bulan Oktober. “Saya diberi tahu oleh kepala saya, pimpinan saya, bahwa ada bagian untuk bagian Bakamla 7,5%. Saya diberi tahu kemudian 7,5% itu akan diberikan terleih dahulu 2%,” ujarnya.

Dari uang fee 2% atau sekitar Rp 2 milyar tersebut, lanjut Eko, Arie memerintahkan agar diberikan kepada Bambang Udoyo selaku Direktur Data dan Informasi Deputi Bidang Informasi, Hukum dan Kerja Sama Bakamla dan Nofel Hasan selaku Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Bakamla.

“Kemudian perintah yang kedua, saya diperintahkan untuk memberikan kepada teman saya pak Bambang Udoyo Rp 1 milyar, Nofel Rp 1 milyar. Itu yang saya alami,” katanya menjawab pertanyaan salah seorang jaksa penuntut umum KPK.

Bahkan, Eko menyebut Arie sudah memberi tahu kepada Bambang dan Nofel soal jatah yang akan diberikan tersebut karena saat memberi tahu keduanya menyebut sudah mendapatkan informasi tersebut. “Ya ketika saya sampaikan kepada beliau (Bambang), beliau mengaku sudah dikasih tahu, pak Nofel juga sudah dikasih tahu,” ujarnya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami