Internasional

Kerap Berakhir Bentrok, Aksi Demonstrasi di Iran Tewaskan 12 Orang

BTN iklan

TEHERAN, Lei – Sedikitnya 12 orang tewas dalam aksi unjuk rasa yang digelar di Iran. Para pengunjuk rasa bersenjata terlibat bentrok dengan polisi setelah mencoba untuk mengambil alih kantor polisi dan pangkalan militer. Aksi protes besar-besaran yang dimulai pada pekan lalu ini terus meluas ke wilayah lainnya dan belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti.

“Beberapa pemrotes bersenjata mencoba untuk mengambil alih beberapa kantor polisi dan pangkalan militer namun mereka menghadapi perlawanan serius dari pasukan keamanan,” tulis laporan stasiun televisi pemerintah, State TV.

Gambar rekaman dari pemberitaan State TV memperlihatkan banyak bangunan terbakar saat bentrok terjadi. Para petugas medis nampak membantu puluhan orang yang terluka dan terjebak di tengah kerumunan orang. Petugas dan mobil pemadam kebakaran juga telah sampai di lokasi.

Sebagaimana dilansir dari Time, Selasa (2/1/2017), sedikitnya 10 orang tewas dalam bentrokan yang pecah pada Minggu 31 Desember malam. Sayangnya tidak ada informasi lebih lanjut tentang korban yang tewas tersebut. Sementara itu, dua korban lainnta tewas dalam demontrasi pada sehari sebelumnya.

Para korban tewas diketahui berasal dari wilayah yang berbeda. Dari total korban, enam di antaranya meninggal dalam aksi unjuk rasa di Kota Tuyserkan sekira 295 kilometer sebelah barat daya Teheran. Kemudian tiga orang lainnya terbunuh di kota Shahinshahr, 315 kilometer Teheran. Sayangnya tidak ada informasi rinci di mana sisa korban lainnya tewas.

Sebelumnya, Pemerintah Iran telah melakukan beberapa upaya untuk mencegah aksi demonstrasi meluas seperti memblokir Telegram. Aplikasi ini diketahui menjadi sarana penyebar pesan yang digunakan oleh aktivis untuk berorganisasi melaksanakan demo.

Demonstrasi terus digelar untuk menyampaikan kekecewaan atas kesulitan ekonomi dan dugaan korupsi pasca-terpilihnya kembali Presiden waktu itu, Mahmoud Ahmadinejad, yang menimbulkan perselisihan. Selain memprotes dugaan korupsi, para demonstran juga ditujukan pada keterlibatan Iran dalam perang di beberapa wilayah Timur Tengah terutama di Suriah yang menghabiskan banyak biaya.

Hal lain yang juga menjadi perhatian adalah pertumbuhan ekonomi yang lambat di bawah Pemerintahan Presiden Hassan Rouhani meski sanksi terhadap Iran telah dicabut melalui Perjanjian Program Nuklir 2015.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four × 5 =

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami