Ekonomi

Kerja Sama Asian Agri dan KUD Patut Dicontoh

BTN iklan

Jakarta, LEI – Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Bambang mengatakan, pola Inti Plasma dari Asian Agri bekerja sama dengan Koperasi Unit Desa (KUD) merupakan contoh baik bagi pengelolaan sawit berkelanjutan. Hal itu berdampak positif bagi perkuatan kelembagaan petani dan koperasi yang menaunginya.

“Hasilnya, ekspor minyak sawit Indonesia pada 2017 menempati peringkat pertama menyumbang devisa pada negara sebesar US$33 miliar. Artinya, juga besar pada kontribusi terhadap PDB nasional,” kata Bambang dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (11/4/2018).

Oleh karena itu, kata Bambang, pihaknya akan terus mendorong program strategis seperti penertiban status lahan petani kelapa sawit dan sertifikasi tanah kebun-kebun kelapa sawit milik rakyat. “Kita juga membantu memperkuat kelembagaan petani dan juga memfasilitasi pendirian koperasi bagi petani sawit,” ujarnya.

Sedangkan Direktur Corporate Affairs Asian Agri, M Fadhil Hasan, menjelaskan, bahwa premium sharing merupakan pembagian premi hasil penjualan minyak sawit berkelanjutan oleh Asian Agri kepada petani plasma binaan. Premium sharing dimulai sejak 2014 dan diadakan setiap tahun oleh Asian Agri bersama para petani plasma binaan.

“Jumlah premi yang dibagikan tahun ini sebesar Rp3,69 milyar untuk 72 KUD di Jambi dan Riau. Premi itu untuk peningkatan kapasitas petani dan untuk mendukung pembangunan infrastruktur desa,” katanya.

Menurut Fadhil, kemitraan dengan petani sawit sudah terjalin sejak 1987 di atas lahan seluas 60 ribu hektare, sehingga menempatkan petani dalam posisi teramat penting.

“Kita membangun saling percaya dan memberi ketrampilan teknis kepada petani. Karena tanpa itu, pola kemitraan ini tidak akan berkelanjutan,” ujar Fadhil.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami