Finansial

Kerjasama Antara Indonesia Malaysia

BTN iklan

Kuala Lumpur/lei  – “Malaysia External Trade Development Corporation” (MATRADE) ingin agar pertemuan dengan KADIN bisa menjadi media sektor swasta untuk memperkuat peluang hubungan bisnis dan kerja sama kedua negara.

“Perdagangan Malaysia -Indonesia pada 2015 naik 1.0 persen dari RM 59.7 miliar menjadi Ringgit Malaysia (RM) 60.2 miliar,” kata Chief Executive Officer of MATRADE Dato’ Dzulkifli Mahmud di Kuala Lumpur, Selasa.

Ia menyampaikan hal itu ketika diminta tanggapan pertemuan antara Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), MATRADE dan Malaysia Investment Development Authority (MIDA) pada pekan lalu.

Ekspor Malaysia ke Indonesia, ujar dia, sebagian besar terdiri dari produk minyak tanah, produk-produk kimia, elektrik dan elektronik yang berjumlah RM 29.1 miliar atau 7,5 miliar dolar AS.

Sedangkan impor Malaysia ke Indonesia terutama terdiri dari minyak sawit, produk berbasis minyak sawit, produk minyak tanah dan produk kimia berjumlah RM 31.0 miliar atau 8,0 miliar dolar AS.

Pada tahun 2015 Indonesia dan Malaysia mitra dagang terbesar ketujuh atau rangking tujuh 2014 dan rangking enam pada 2013, sedangkan tujuan ekspor paling besar ke delapan atau rangking delapan pada 2014 dan enam pada 2013.

“Di ASEAN Malaysia adalah mitra dagang paling besar ke tiga bagi Indonesia, eksportir paling besar ketiga dan juga tujuan impor terbesar ketiga setelah Singapura dan Thailand. Total ekspor Malaysia ke Indonesia 90 persen barang-barang manufaktur,” katanya.

Dzulkifli mengatakan Malaysia berinvestasi ke Indonesia lebih dari 15 miliar dolar AS, sedangkan investasi yang paling besar di antaranya sektor perkebunan seperti Sime Darby, Kl Kepong, Genting dan IOI.

“Perusahaan-perusahaan ini satu juta hektare dari 10 persen perkebunan di Indonesia,” katanya.

Malaysia, ujar dia, berinvestasi di Indonesia dalam sektor perbankan, CIMB memiliki 903 cabang dengan investasi 2,5 miliar dolar AS dan Maybank memiliki 422 cabang dengan investasi 2 miliar dolar AS.

“Petronas telah terlibat dalam sektor minyak dan gas sejak tahun 2000 dengan investasi tiga miliar dolar AS,” katanya.

Dia mengatakan Malaysia memiliki 15 retail cafe Indonesia yang dinamakan J CO Donuts and Coffee yang beroperasi sejak 2007 yang ada di Klang Valley, Johor, Selangor, Malacca dan Penang.

“Pada Desember 2015 ada 98 proyek manufaktur di Malaysia dengan partisipasi dari Indonesia telah dilaksanakan dengan investasi 588,6 miliar dolar AS atau 1,9 miliar RM. Proyek ini telah menciptakan 14.747 kesempatan kerja,” katanya.

Di antara proyek-proyek yang diimplementasikan, ujar dia, meliputi sektor produk plastik, sektor produk kayu dan sektor produk tekstil.

“Kami juga memiliki sejumlah perusahaan Indonesia yang berinvestasi dalam skala besar, seperti Rajawali Group yang terkenal dengan membangun gedung St Regis Hotel and Westin Resort Hotel and Spa. Keduanya di Langkawi, Kedah,” katanya.

Musim Mas Group, ujar dia, mengoperasikan fasilitas minyak sawit yang terintegrasi di Tangjung Langsat, Johorm dengan investasi 250 miliar dolar AS.

“Malaysia dan Indonesia adalah dua tetangga yang memiliki persamaan banyak aspek. Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak memperkuat hubungan bilateral dalam jangka panjang melebihi luas area kerja sama,” katanya.

Perlihatkan Lebih

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami