Internasional

Ketatnya Jepang Satu Kereta Pelurunya Rusak, 4.800 Lainnya Langsung Diperiksa

BTN iklan

TOKYO, (LEI) – Menteri Transportasi Jepang, Keiichi Ishii memerintahkan lima perusahaan perkeretaapian, Japan Railways (JR) yang mengoperasikan kereta peluru (shinkansen) untuk melakukan pemeriksaan pada 4.800 kereta mereka yang beroperasi di seluruh negeri.

Langkah itu diumumkan Ishii setelah Negeri Matahari Terbit mengalami tanda-tanda berbahaya terhadap rekor keselamatan kereta pelurunya.

Menyusul ditemukannya retakan dan kebocoran minyak, kereta shinkansen Nozomi 34 terpaksa ditarik dari pelayanan, sekitar tiga setengah jam dari perjalanan sejauh lima jam yang harus ditempuhnya. Dari 1.000 penumpangnya, tidak ada yang mengalami luka-luka dan menjaga rekor keselamatan tanpa korban yang dipegang shinkansen sejak pertama kali beroperasi pada 1964.

“Sangat penting untuk memastikan keamanan shinkansen yang mutlak, ” kata Ishii sebagaimana dilansir dari Straits Times, Sabtu (16/12/2017).

Meski tidak ada korban, dia tetap mencatat bahwa kejadian itu adalah insiden pertama yang terjadi pada shinkansen dan mempertanyakan kenapa kereta yang dioperasikan oleh JR Barat itu diizinkan beroperasi selama tiga jam setelah ada tanda-tanda berbahaya, termasuk bau terbakar yang telah disampaikan oleh kondektur kereta.

Nozomi 34 ditarik pelayanan pada Senin, pukul 5 sore setelah ditemukan retakan dan kebocoran minyak. Badan Keselamatan Transportasi Jepang menyebutnya sebagai sebuah insiden serius karena retakan sebesar sekira 10 sentimeter itu dapat mengakibatkan insiden maut anjloknya kereta dalam kecepatan tinggi.

Perusahaan JR Pusat berada dalam sorotan karena beberapa insiden yang terjadi baru-baru ini.

Pada Rabu, 13 Desember, kereta shinkansen Kodama 684 yang melayani rute Nagoya-Tokyo berangkat dari stasiun tanpa membuka pintu terlebih dahulu untuk para penumpangnya yang menunggu. Kereta itu terpaksa mundur sejauh 20 meter setelah menerima peringatan dari kepala stasiun. [Strait Times]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close