Hukum

Ketua KPK: Pemeriksaan Sjamsul Nursalim Tergantung Penyidik

BTN iklan

Jakarta, LEI – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo, mengatakan, soal kapan KPK akan memanggil ulang pemilik Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI), Sjamsul Nursalim, itu tergantung dari penyidik.

“Ya nanti penyidik yang menentukan, misalnya dipanggil enggak dateng, nanti apakah kita perlu ke Singapur, akan dilakukan,” katanya di Jakarta, Selasa (11/7/2017).

Sebelumnya, Sjamsul dan istrinya, Itjih Nursalim yang dikabarkan telah menetap di Singapura, mangkir panggilan KPK pada Senin (29/5/2017). KPK akan memeriksa keduanya sebagai saksi untuk tersangka Syafruddin Arsyad Temenggung, mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

KPK memanggil kedunya untuk menjalani pemeriksaan karena Sjamsul mendapatkan Surat Keterangan Lunas (SKL) dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) pada April 2004 silam.

Dalam kasus penerbitan SKL BLBI untuk pemilik Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI), Sjamsul Nursalim, KPK menetapkan mantan Kepala BPPN, Syafruddin Arsjad Temenggung.

KPK menetapkan Syafruddin sebagai tersangka karena diduga melakukan perbuatan melawan hukum untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi terkait jabatannya sehingga merugikan keuangan negara sekitar Rp 3,7 trilyun.

KPK menyangka Syafruddin Arsyad Temenggung melanggar Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami