HEADLINESInternasional

Ketua MA India Dituduh Pelecehan Seksual

BTN iklan

INDIA, LEI – Ketua Mahkamah Agung India, Ranjan Gogoi dituduh telah melakukan pelecehan seksual terhadap seorang mantan pegawai Mahkamah Agung. Gogoi, 64 tahun, menyangkal tuduhan itu.

Dikutip dari aljazeera.com, Minggu, 21 April 2019, Gogoi diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap pegawai junior asisten di Mahkamah Agung berusia 35 tahun. Namun Gogoi berkeras mengatakan tuduhan itu sulit dipercaya dan sebagai upaya untuk menghentikan langkahnya dalam mengkaji kasus-kasus penting.

Untuk menghentikan tuduhan terhadapnya ini, Gogoi pun meminta dibentuk sebuah unit khusus di pengadilan, khususnya setelah perempuan yang menjadi korban menulis surat pengaduan kepada 22 hakim Mahkamah Agung pada Jumat, 19 April 2019. Dalam surat itu, korban menceritakan Gogoi sudah dua kali melakukan pelecehan seksual kepadanya di rumah dinas Gogoi pada Oktober 2018 lalu

Dalam surat itu, korban menuliskan secara rinci bagaimana pelecehan seksual itu dilakukan hingga dia berhasil melarikan diri dari Gogoi. Korban dipecat dari pekerjaannya dan keluarganya diganggu setelah korban tak menuruti keinginan Gogoi.

Korban pun mengaku dipanggil oleh istri Gogoi setelah kejadian tersebut. Dalam pertemuan itu, istri Gogoi malah meminta agar korban memohon maaf kepadanya dengan cara bersujud dan mencium kakinya.

“Saya telah melakukan langkah yang luar biasa di pengadilan hari ini karena hal-hal ini sudah berkembang sangat liar. Ini sulit dipercaya, saya berfikir tak perlu bagi saya untuk bersikap rendah hati dalam menyangkal tuduhan-tuduhan ini. Harus ada kekuatan besar mengungkap ada apa dibalik semua ini,” kata Gogoi.

Gogoi mengatakan dia telah dijadwalkan mendengarkan dan mengkaji sejumlah kasus-kasus sensitif dalam beberapa hari kedepan dan dia meyakinkan akan terus melanjutkan tugas-tugasnya tanpa rasa takut.

Dalam keterangannya, Gogoi mengklaim korban sebelumnya sudah punya latarbelakang kriminal sehingga media dihimbau bertindak secara bertanggung jawab dalam pemberitaan terkait tuduhan terhadapnya. Pada Rabu 17 April 2019 lalu, sebuah pengadilan di New Delhi, India, mendapat laporan permohonan pembebasan dengan uang jaminan bagi korban untuk kasus hukum yang berbeda, sudah ditangguhkan.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

15 Comments

  1. I’m really impressed with your writing skills and also with
    the layout on your weblog. Is this a paid theme or did you modify it yourself?
    Either way keep up the excellent quality writing, it is rare to see a great blog
    like this one these days.

  2. Greetings! This is my first visit to your blog!

    We are a group of volunteers and starting a new initiative in a community in the same niche.
    Your blog provided us valuable information to work on.
    You have done a outstanding job!

  3. Asking questions are genuinely pleasant thing if you are not understanding anything completely, but this post provides fastidious understanding
    even.

  4. Thanks , I have just been looking for info about this
    topic for a long time and yours is the best I have discovered till now.
    However, what in regards to the bottom line? Are you sure about the
    source?

  5. Greetings from Los angeles! I’m bored to tears at work so
    I decided to browse your blog on my iphone during lunch break.
    I love the knowledge you present here and can’t wait to take a look when I get home.
    I’m shocked at how quick your blog loaded on my cell phone
    .. I’m not even using WIFI, just 3G .. Anyhow, good site!

  6. You could certainly see your expertise in the work you write.
    The sector hopes for more passionate writers such as you who aren’t afraid to mention how they believe.
    All the time go after your heart.

  7. Over The Counter Metrogel [url=//rxbill8.com]cialis without prescription[/url] Lisinopril 20 Mg Over The Counter Mexican Pharmacy Tadalis Sx Soft

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami