InternasionalMahkamah Agung

Ketua Mahkamah Agung India mengundurkan diri terhdap kasus pemerkosaan.

BTN iklan

LEI, Jakarta- Ketua Mahkamah Agung India Sharad Arvind Bobde menghadapi seruan untuk mengundurkan diri setelah membujuk terdakwa pemerkosa untuk menikahi korban agar tidak dipenjara. Dilansir dari The Guardian, Kamis (4/3/2021), lebih dari 5.000 orang telah menandatangani petisi yang menuntut agar hakim tertinggi di India tersebut mundur. Bobde berkata kepada seorang terdakwa pemerkosa dalam sidang, “Jika Anda mau menikahi (korban), kami dapat membantu Anda. Jika tidak, Anda kehilangan pekerjaan dan masuk penjara.” Bujukan Bobde tersebut memicu kehebohan dan mendorong aktivis hak perempuan untuk mengedarkan surat terbuka dan petisi yang menuntutnya agar mundur.

Kini, petisi tersebut mendapatkan lebih dari 5.200 tanda tangan yang menyerukan pengunduran dirinya. Menurut surat tersebut, terdakwa dituduh menguntit, mengikat, mencekik, dan berulang kali memperkosa korban. Terdakwa juga dituduh telah mengancam korban dengan menyiram korban dengan bensin, membakarnya, dan membunuh saudara laki-laki korban. “Dengan menyarankan pemerkosa menikahi korban, Anda, ketua pengadilan India, berusaha untuk mengutuk korban selamat untuk pemerkosaan seumur hidup di tangan penyiksa yang mendorongnya untuk mencoba bunuh diri,” tulis surat itu.

Surat terbuka itu juga menyentil sidang lain pada Senin (1/3/2021) di mana Bobde dilaporkan mempertanyakan apakah seks antara pasangan yang sudah menikah bisa dianggap pemerkosaan. “Suaminya mungkin seorang pria yang brutal, tetapi dapatkah Anda menyebut tindakan hubungan seksual antara pria dan istri yang menikah secara sah sebagai pemerkosaan?” kata Bobde kala itu. Surat tersebut lantas menyerang Bobde bahwa komentarnya tak hanya melegitimasi segala jenis kekerasan seksual, fisik, dan mental yang dilakukan oleh suami. “Tetapi juga menormalkan penyiksaan yang dihadapi wanita India dalam pernikahan selama bertahun-tahun tanpa bantuan hukum,” imbuh surat itu.

 

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami