Traveling

Keuntungan Datang ke Jepang saat Musim Panas

BTN iklan

Jakarta, (LEI) – Jumlah turis Indonesia yang melancong ke Jepang semakin meningkat. Tahun 2017 saja, kunjungan turis Indonesia ke Negara Sakura itu tercatat 352 ribu wisatawan, atau tumbuh 30 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya 275 ribu kunjungan.

Selama ini tujuan mereka ke Jepang baru seputar kota-kota besar saja, seperti Tokyo atau Osaka. Sebenarnya ada destinasi pelesiran lain yang layak dikunjungi plus sepi turis, salah satunya ialah Pulau Hokkaido.

Di sana, turis bisa melakukan wisata musim dingin bak di negara Eropa, mulai dari ski sampai sekadar main salju di pegunungannya.

Pulau Hokkaido juga masih menarik untuk dikunjungi saat musim panas. Di Kota Sapporo misalnya, ladang Bunga Lavender sedang bermekaran yang memancarkan cahaya berwarna-warni.

Usaha meningkatkan jumlah kunjungan turis Indonesia saat musim dingin dan musim panas di pelosok Jepang menjadi fokus acara travel fair yang digelar resor Club Med, bank HSBC Indonesia, dan maskapai Japan Airlines.

Ajang penjualan tiket pesawat dan paket wisata murah itu dihelat pada 15 hingga 18 Maret 2018 di Mall Central Park, Jakarta Barat.

Paket murah yang ditawarkan

Marketing and Sales Support Executive Club Med Indonesia Melly Dentinarahmi mengatakan pihaknya bekerjasama dengan Japan Airlines untuk membuat paket wisata bagi turis Indonesia untuk melipir ke Hokkaido.

Yang pertama, Club Med dan Japan Airlines membanderol harga Rp7,99 juta per orang yang termasuk menginap di Club Med Tomamu selama tiga hari dua malam beserta tiket pulang pergi Jakarta-Sapporo di musim panas.

Selain itu, keduanya juga bekerja sama untuk membuat paket senilai Rp9,88 juta untuk menginap di Club Med Tomamu dengan itinerary serupa namun khusus di musim dingin.

Adapun, paket ini berlaku untuk keberangkatan mulai dari tanggal 15 Juni hingga 8 Oktober 2019 mendatang.

Melly mengakui, saat ini turis Indonesia seakan apatis terhadap musim panas di Jepang karena merasa bahwa cuacanya serupa di Tanah Air. Namun ia menjamin, akan ada banyak aktivitas di musim panas di Jepang.

“Musim panas di Hokkaido biasanya lebih segar dengan cuaca yang hanya mencapai 15 derajat Celsius. Apalagi pemandangan yang ditawarkan pun jauh berbeda dengan Indonesia,” tutur Melly, Kamis (15/3).

Ia melanjutkan, travel fair ini ditujukan untuk turis Indonesia kelas menengah yang senang menikmati pelesiran gaya baru tanpa resah dengan kocek. Sebab, resor Club Med merupakan resor dengan fasilitas inklusif, sehingga seluruh fasilitas sudah disediakan di dalamnya.

Meski memasarkan wisata ini dianggap cukup menantang, namun Melly mengatakan setidaknya sudah ada beberapa masyarakat yang sudah memesan melalui travel fair tersebut.

“Untungnya sudah pecah telur (ada yang sudah memesan). Kami surprise juga ada orang Indonesia yang mau pergi ke Jepang saat musim panas, karena challenge-nya memasarkan wisata musim panas Jepang ke wisatawan domestik ini kan ya masalah cuaca,” ujar Melly, seraya menambahkan bahwa Club Med memasang target 60 booking di travel fair kali ini.

Musim panas lebih menguntungkan

Lanjut dikatakan Melly, berwisata ke Jepang saat musim panas sebenarnya terasa lebih eksklusif, lantaran masa-masa itu sudah masuk masa low season alias musim sepi turis.

Karena pasarnya dianggap cukup potensial, maka promosi Club Med tak terhenti sampai travel fair saja.

“Kami juga sudah bekerja sama dengan beberapa agen perjalanan untuk mempromosikan wisata musim panas ini,” ujar dia.

Manager Passenger Sales Japan Airlines Benny Herlian menuturkan minat wisatawan ke Sapporo semakin meningkat setelah maskapai yang beroperasi sejak 1951 itu menambah jam penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta sejak tahun 2012 silam.

Ia yakin, banyak turis Indonesia yang mau ke Jepang saat musim panas mengingat sebagian besar turis domestik ke sana bukanlah pengunjung perdana (first time traveler) ke Jepang. Sehingga, mereka tentu akan mengulik destinasi lain yang dianggapnya tak kalah menarik dari lokasi wisata yang memang sudah kondang di Jepang.

“Dan upaya untuk menarik turis Indonesia ke Jepang di kala musim panas sebetulnya sudah dimulai tahun 2012 silam, selama ini growth-nya cukup bagus. Tapi masih tetap ada challenge, di mana kini kami harus bisa menarik kelas menengah. Karena dulu Japan Airlines terkenal dengan konsumen premium,” imbuh dia.

Upaya untuk menarik turis Indonesia ke Jepang juga dianggap penting lantaran Jepang punya target untuk menarik 40 juta wisatawan mancanegara di tahun 2020 mendatang, atau bertepatan dengan helatan Olimpiade Musim Panas.

Hingga tahun 2017, Jepang telah menarik 28,7 juta wisatawan atau mencapai 71,75 persen dari targetnya.

“Karena target itulah kini kami juga gabung di travel fair ini, berharap semakin banyak turis Indonesia ke Jepang sehingga target pemerintah Jepang juga bisa tercapai,” pungkas dia. [cnn indonesia]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami