Internasional

Khawatir Dirampas Jerman, Raja George VI Sembunyikan Mahkota Kerajaan di Kaleng Biskuit

BTN iklan

Pada masa Perang Dunia II, Kerajaan Inggris melakukan berbagai cara untuk melindungi semua barang berharganya agar tidak dirampas oleh Nazi Jerman, termasuk mahkota yang digunakan untuk penobatan. Mahkota tersebut digunakan pertama kali saat penobatan Raja George VI. Selain itu, yang membuat mahkota tersebut menjadi incaran dan sangat berharga karena mahkota tersebut bertabur 2.868 berlian dan berbagai batu berwarna, termasuk 17 batu safir, 11 zamrud, dan 269 mutiara.

Ketika Inggris terus dihujani serangan udara oleh angkatan bersenjata Jerman, Luftwaffe, Raja George VI memerintahkan pekerja di istana untuk memindahkan mahkota berharga milik kerajaan yang ditaruh di Menara London dan menyembunyikannya di suatu tempat. Akhirnya sang raja memutuskan untuk menyembunyikan mahkota tersebut di sebuah kaleng bekas biskuit.

Pemindahan dan penyembunyian mahkota kerajaan tersebut menjadi sebuah rumor di seantero negeri. Banyak orang yang mengira bahwa mahkota tersebut berada Istana Windsor, tempat tinggal keluarga Kerajaan Inggris yang berada di Berkshire. Tak sedikit orang-orang menyarankan agar mahkota berharga itu disembunyikan di luar negeri seperti di Kanada dan disimpan di sebuah brankas. Saran lain juga ada yang mengatakan bahwa mahkota tersebut lebih baik disembunyikan di sebuah gua di Wales atau di sebuah terowongan rahasia di bawah penjara Devonshire. Pada saat itu tidak ada yang pernah tahu tepatnya mahkota tersebut disembunyikan, bahkan Ratu Elizabeth II –kala itu masih remaja – yang merupakan anggota kerajaan, tidak mengetahuinya.

Demi persembunyian yang lebih baik, akhirnya pihak istana menggali sebuah ruang bawah tanah di bawah salah satu pintu masuk Istana Windsor. Penggalian itu sengaja dilakukan pada malam hari agar kelompok Luftwaffe tidak mengetahui kegiatan tersebut. Ketika pesawat milik Jerman melintasi istana pada malam hari, para penggali akan bergegas menutup galian dengan sebuah terpal.

Ruang bawah tanah tersebut dilapisi dengan pintu baja serta dilengkapi pintu jebakan. Meski sudah berada di ruang bawah tanah, mahkota tersebut tetap ditaruh di kaleng biskuit.

Terlepas dari segala kemewahannya, terdapat sebuah arti yang mendalam dari mahkota tersebut. Mahkota kerajaan tersebut telah menjadi saksi dari penobatan terhadap raja atau ratu yang nantinya akan memegang sebuah tanggung jawab besar yaitu menjadi pemimpin. Setelah Raja George VI wafat, giliran sang anak yaitu Elizabeth II mengenakan mahkota tersebut. Elizabeth II dinobatkan sebagai ratu pada 2 Juni 1953. Penobatannya ditonton oleh jutaan orang di seluruh dunia. Upacara penobatan tersebut terjadi ribuan tahun setelah penobatan Elizabeth I dan menjadi awal zaman Elizabeth baru.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close