BTN ads
Internasional

Kim Jong-un Ingin Tinggal di Kamar Seharga Rp83 Juta Semalam Selama KTT di Singapura

WASHINGTON (LEI) – Amerika Serikat dilaporkan tengah mencari cara untuk membayar sebuah kamar mewah untuk ditempati Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un selama pertemuan tingkat tingginya (KTT) dengan Presiden Donald Trump di Singapura. Masalah logistik yang tampaknya sepele ini dikhawatirkan dapat menghambat peristiwa bersejarah itu jika tidak dipenuhi.

Masalah ini terungkap sehari setelah Trump mengungkapkan bahwa pertemuannya dengan Kim Jong-un telah kembali dijadwalkan untuk berlangsung pada 12 Juni menyusul hasil positif pertemuan dengan pejabat senior Korea Utara di Gedung Putih.

Diwartakan Independent, Minggu (3/6/2018), saat Wakil Kepala Staf Gedung Putih Joe Hagin membahas detail logistik dengan kepala staf Korea Utara, dilaporkan bahwa Kim Jong-un ingin menginap di presidential suite di hotel bintang lima Fullerton Hotel. Namun, menurut Washington Post, Korea Utara meminta pembayaran biaya menginap itu dibayar oleh pihak lain selain Pyongyang, termasuk biaya USD6.000 (sekira Rp83 Juta) per malam untuk sewa kamar mewah tersebut.

Hotel, yang terletak di tepi Sungai Singapura, mendeskripsikan tempatnya sebagai hotel “paling eksklusif” di Negeri Singa. Presidential suite di hotel itu dulunya dikisahkan sebagai “ruang bermain kartu dari Singapore Club yang elit”. Kamar itu dilengkapi dengan baby grand piano dan memiliki lift pribadi untuk akses rahasia.

Saat ditanya mengenai apakah Kim Jong –un akan menjadi tamu di hotel itu, staf hotel yang didirikan pada 1928 itu mengatakan bahwa informasi mengenai tamu sangat dirahasiakan.

Washington Post melaporkan, meski Amerika Serikat mungkin bersedia untuk membayar biaya menginap untuk Kim di Fullerton, Gedung Putih tetap berhati-hati untuk tidak menyinggung sang penguasa Korea Utara. Dilaporkan juga bahwa biaya itu mungkin melanggar sanksi yang diterapkan oleh Departemen Keuangan, sehingga Departemen Luar Negeri perlu untuk menunda sanksi terhadap Korea Utara selama beberapa waktu melalui surat pengecualian.

Solusi lain yang mungkin bisa menyelesaikan masalah ini adalah dengan melibatkan pihak lain.

Singapura menyatakan siap untuk menanggung sebagian biaya yang dikeluarkan untuk penyelenggaraan KTT Trump –Kim. Tanpa memberikan penjelasan spesifik, menteri pertahanan Ng Eng Hen mengatakan kepada wartawan bahwa Singapura siap untuk memenuhi beberapa biaya untuk memastikan pertemuan itu sukses.

“Tentu saja, tapi itu adalah biaya yang kami bersedia tanggung untuk memainkan bagian kecil dalam pertemuan bersejarah ini,” kata Eng Hen.

Pihak lain yang juga menyatakan siap membayar biaya sewa hotel Kim Jong-un adalah International Campaign to Abolish Nuclear Weapons (ICAN), sebuah kelompok kampanye yang berbasis di Jenewa yang mendorong penerapan penuh Perjanjian tentang Larangan Senjata Nuklir. ICAN yang memenangi hadiah Nobel 2017 mengatakan mereka akan menanggung biaya hotel Kim Jong-un.

“Hadiah Nobel Perdamaian termasuk hadiah uang tunai dan kami menawarkan dana dari hadiah untuk menutupi biaya untuk KTT, demi mendukung perdamaian di Semenanjung Korea dan dunia bebas senjata nuklir,” demikian pernyataan dari ICAN.

Sejauh ini belum ada konfirmasi mengenai lokasi yang menjadi tempat berlangsungnya KTT Trump dengan Kim di Singapura. Tempat-tempat potensial yang disebutkan sebagai lokasi KTT termasuk Hotel Shangri-la, Hotel Capella di pulau resor Sentosa, dan Marina Bay Sands.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close