Nasional

KKP Kenalkan Teknologi Pembenihan Intensif

BTN iklan

Jakarta, LEI – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah memperkenalkan teknologi pembenihan intensif “resirculating aquaculture system” (RAS) dalam rangka meningkatkan jumlah produktivitas komoditas sektor kelautan dan perikanan nasional.

“RAS diharapkan akan mampu naikan produktivitas secara signifikan,” kata Dirjen Perikanan Budi daya KKP Slamet Soebjakto, di Jakarta, Selasa.

RAS itu sendiri merupakan sistem budidaya ikan secara intensif dengan menggunakan infrastruktur yang memungkinkan pemanfaatan air secara terus-menerus (resirkulasi air), seperti fisika filter, biologi filter, UV, dan generator oksigen generator.

Hal tersebut adalah untuk mengontrol dan menstabilkan kondisi lingkungan ikan, mengurangi jumlah penggunaan air dan meningkatkan tingkat kelulushidupan ikan.

Prinsip dasar RAS yaitu memanfaatkan air media pemeliharaan secara berulang-ulang dengan mengendalikan beberapa indikator kualitas air agar tetap pada kondisi prima.

Direktur Jenderal Perikanan Budi daya menjelaskan bahwa keunggulan sistem RAS jika dibandingkan dengan sistem konvensional, RAS dinilai mampu menghasilkan produktivitas tinggi.

“Di mana padat tebar nila mampu digenjot hingga mencapai 5.000 ekor/meter kubik, sedangkan padat tebar pada sistem konvensional hanya mencapai 50 ekor/meter persegi. Artinya, dengan penerapan sistem RAS ini produktivitas bisa digenjot hingga 100 kali lipat dibanding dengan sistem konvensional,” paparnya.

Menurut Slamet kelebihan lainnya adalah sistem tersebut menghemat penggunaan air, dan dapat dilakukan pada areal yang terbatas, serta solusi atas dampak perubahan iklim dan kualitas lingkungan.

Sebagaimana diwartakan, KKP bakal meningkatkan efisiensi pengoperasian usaha budi daya perikanan di berbagai daerah untuk meningkatkan kesejahteraan pembudi daya perikanan di kawasan nusantara.

“Nilai Tukar Pembudidaya Ikan tahun 2018 harus lebih dari 100. Pendapatan pembudi daya tahun 2017 mencapai Rp3,28 juta akan ditingkatkan dengan terus menciptakan efesiensi usaha budi daya,” kata Dirjen Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto.

Slamet menegaskan, sesuai intruksi Presiden untuk mendorong program program yang bersifat padat karya, maka pihaknya akan fokus dengan mendorong kegiatan yang langsung menyerap lebih banyak tenaga kerja.

Perlihatkan Lebih

3 Comments

  1. Cialis Alicante Canadian Express Pharmacy [url=http://cheapviapill.com]viagra online prescription[/url] Secure Finasteride Best Buy Fedex Propecia Sanborns Amoxicillin Interaction With Sertraline

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fifteen + three =

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami