NasionalTekno

Klaim Miliki 12 Ribu Klien, Startup Mesin Kasir Moka Raih Pendanaan Seri B

BTN iklan

(LEI)-Pada tanggal 13 September 2018, startup point of sale (POS) asal tanah air, Moka mengumumkan berhasil mendapatkan pendanaan Seri B sebesar US$24 juta (sekitar Rp356 miliar). Investasi tersebut dipimpin oleh Sequoia Capital India. Terdapat juga beberapa investor baru, seperti SoftBank Ventures Korea, EDBI, dan EV Growth.

Beberapa investor terdahulu mereka, seperti Mandiri Capital Indonesia, Convergence VC, dan Fenox VC, turut berpartisipasi dalam pendanaan ini. Dana tersebut rencananya akan Moka gunakan untuk mempercepat pengembangan produk guna membantu para pelaku bisnis, baik Usaha Kecil dan Menengah (UKM) maupun perusahaan besar.

Sebelumnya Moka telah beberapa kali mendapatkan pendanaan:

  • Pada Juni 2016, pendanaan Seri A sebesar US$1,9 juta (sekitar Rp26 miliar)
  • Pada bulan Februari 2017, pendanaan Seri A lanjutan sebesar US$2 juta(sekitar Rp26 miliar)

Kini Moka juga telah menjalin kerja sama dengan beberapa layanan pembayaran elektronik, seperti OVO, TCASH, Akulaku, Dana, dan Kredivo. Mereka pun telah meluncurkan layanan pinjaman modal usaha untuk UKM bernama Moka Capital. Untuk menghadirkan layanan tersebut, mereka menggandeng beberapa startup P2P lending, yaitu KoinWorks, Taralite, dan Modalku.

Moka Co-Founder

Kiri ke kanan: Haryanto Tanjo (CEO) dan Grady Laksmono (CTO)

Dengan menggunakan software dari Moka, para pemilik restoran dan pedagang ritel bisa memproses transaksi dengan perangkat mobile seperti tablet. Layanan ini dapat menjadi pengganti mesin kasir konvensional yang tidak praktis. Software tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk mengelola persediaan barang, membuat laporan bulanan, hingga membuat program loyalty.

Startup yang didirikan oleh Haryanto Tanjo dan Grady Laksmono pada tahun 2014 ini, mengaku telah mempunyai 12 ribu klien yang berasal dari bisnis kuliner, layanan jasa, hingga ritel. Mereka mengklaim telah memproses lebih dari seratus juta transaksi, dengan nominal mencapai angka US$1 miliar (sekitar Rp14,8 triliun) per tahun. (idtechinasia)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close