HukumOpini

KLB Sibolangit Sebuah Ancaman Klan Cikeas?

BTN iklan

Sumatera Utara, LEI – Kongres Luar Biasa (KLB) di Sibolangit, Sumatra Utara, awal Maret 2021 dimaksudkan untuk mengembalikan marwah Partai Demokrat sebagai kartai terbuka dan rumah besar rakyat Indonesia dari tirani klan Cikeas yang menjadikan Partai Demokrat untuk kepentingan keluarga.

Marzuki Alie (Ketua DPR RI 2009 – 2014), meminta semua kader untuk mendorong dan mendukung KLB agar partai yang sudah lama diperjuangkan itu kembali kepada khitahnya. Partai Demokrat membuka ruang bagi semua kader terbaik untuk menjadi pemimpin, baik dalam pengurusan partai maupun di lembaga legislatif, eksekutif dan lembaga-lembaga lainnya.

Kehadiran Susilo Bambang Yudhoyono yang dikenal dengan sebutan SBY dalam Partai Demokrat, merupakan bentuk tanggung jawab para penggagas partai untuk menghadirkan Pemimpin Nasional yang diperkirakan akan mampu menyelesaikan permasalahan bangsa pasca krisis multidimensi tahun 1998.

Namun harus disadari, ibarat pepatah setiap masa ada orangnya dan setiap orang ada masanya. Karenanya kita wajib mencarikan pengganti yang mampu melanjutkan agenda-agenda yang telah dilaksanakan sebelumnya.

Namun, sayangnya SBY yang diusung oleh Partai Demokrat, justru menjadikan partai sebagai kendaraan untuk melanjutkan kekuasaannya kepada anaknya. Menjadikan Partai Demokrat yang semula partai terbuka menjadi partai dinasti.

Pemilu 2014 dan 2019, SBY sebagai ketua umum, tidak mampu mengusung calon pemimpin nasional baik dari internal maupun eksternal, walaupun kesempatan itu sangat terbuka pada Pemilu 2014. Dan ini akan mengancam eksistensi partai pada pemilu yang akan datang.

Sebagai partai terbuka, selama Partai demokrat belum memiliki figur internal, siapa pun bisa menjadi figur yang diunggulkan untuk pilpres yang akan datang. Sepanjang memenuhi komitmen kebangsaan dan berjuang di bawah bendera demokrat, serta memenuhi kualifikasi sebagai pemimpin nasional, akan diperjuangkan menjadi capres/cawapres Partai Demokrat. Keberadaan figur ini sangat penting, untuk meningkatkan keterpilihan Partai Demokrat pada pemilu yang akan datang.

Partai demokrat memiliki banyak figur-figur muda, antara lain AHY, Emil Dardak (wagub Jatim), Nova Iriansyah (Gubernur Aceh) dan banyak figur-figur lainnya yang pada saatnya akan mengisi ruang-ruang itu. Tapi bukan sekarang waktunya, perlu diisi dengan beragam pengalaman sehingga pada saatnya siap menjadi pemimpin nasional. Untuk itulah, dalam masa pencarian ini, mulai diunggulkan beberapa tokoh nasional, termasuk Moeldoko.

Langkah-langkah SBY untuk menjadikan Partai Demokrat sebagai partai dinasti, dilakukan secara sistimatis, sejak Kongres 2010, KLB 2013 dan Kongres 2015. Sehingga pada Kongres 2020 langsung diwariskan kepada putranya, AHY, yang dipilih secara aklamasi.

Semuanya by design, yaitu mendapatkan dukungan secara tertulis dari seluruh pemilik suara, yang diwakili oleh ketua-ketua DPD provinsi. Dapat diduga, 2014 dan 2015 Partai Demokrat tidak mengusung capres/cawapres, untuk memuluskan suksesi kepemimpinan Partai demokrat kepada sang Mahkota, yang langsung berada di atas bukit tanpa pernah merasakan sulitnya mendaki bukit.

Untuk melanggengkan kekuasaannya, maka SBY melakukan perubahan atas AD/ART, yang menjadikan SBY dan AHY sebagai penguasa partai, selebihnya adalah mereka yang diangkat dan diberhentikan oleh ketum dan ketua majelis tinggi, dari tingkat pusat sampai tingkat daerah.

Dan yang lebih tidak beretika, dengan mengubah akte pendirian dalam AD 2020, dimana semua nama pendiri dihilangkan, dan hanya SBY dan Vence Rumangkang (almarhum) sebagai Founding Fathers Partai Demokrat.

Dengan demikian, kalau kita bicara kudeta, sesungguhnya yang mulai mengkudeta struktur Partai Demokrat adalah SBY itu sendiri.

Marzuki Alie juga mengingatkan kepada para kader agar bergabung bersama-sama bersatu mengembalikan kejayaan Partai Demokrat yang telah kita mulai dengan melakukan KLB di Sibolangit yang bertema Simbiosis Mutualisme untuk Memenangkan Partai Demokrat 2024. Dengan demikian Partai Demokrat bisa kembali menjadi mengulang sejarah 2009 dengan menjadi penguasa kursi di DPR.

Sebuah harapan yang tidak berlebihan. Semua itu bisa tercapai dengan semangat KLB Sibolangit kemudian diejawantahkan dengan kerja-kerja dan bersatunya kader Partai Demokrat.

LEI.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami