Kesehatan

Kluster Baru Bidang Telekomunikasi terpapar Covid-19

BTN iklan

LEI -Salah satu kantor di bidang telekomunikasi di Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, menjadi klaster baru penularan Covid-19. “Iya ada tambahan klaster baru (di Sleman). Kita kerja keras juga untuk tracing,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo saat ditemui, Senin (12/10/2020). Joko Hastaryo menyampaikan, klaster baru di Sleman berasal dari salah satu kantor swasta yang bergerak di bidang telekomunikasi.

Kantor ini berada di wilayah Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. “Di perkantoran itu karyawanya ada 500 an orang lebih,” ungkapnya. Kasus ini berawal dari salah satu karyawan yang melakukan tes mandiri dan hasilnya positif Covid-19.

Hasil dari test swab tersebut keluar pada 8 September 2020. “Kasus pertama itu perempuan usia 23 tahun,” urainya. Berdasarkan hasil itu, seluruh karyawan melakukan pemeriksaan di rumah sakit. Diketahui ada belasan karyawan yang positif Covid-19. “Mereka swab mandiri di sebuah rumah sakit ternyata awalnya ada 19 positif,” tuturnya. Dalam perkembanganya, jumlah tersebut kemudian bertambah menjadi 43 orang yang positif Covid-19. Sampai saat ini, kata dia, ada 62 orang karyawan di perkantoran tersebut yang dinyatakan positif Covid-19. “Kalau tidak melihat domisili sampai saat ini 62 karyawan yang positif Covid-19, tapi itu bukan semua warga Sleman,” tegasnya. Baca juga: Penyebaran Covid-19 di Pondok Pesantren di Sleman Bertambah 43 Kasus Menurutnya, karyawan yang bekerja di kantor tersebut tidak semuanya berdomisili di Kabupaten Sleman. Sehingga pihaknya hanya melakukan tracing dari karyawan yang berdomisili di Sleman. “Pegawainya tidak semua orang Sleman jadi yang menghandle memang provinsi. Misalnya dari 19 yang positif tadi ada 7 warga Sleman, nah tujuh yang kita lakukan tracing, selain yang 7 kita kembalikan ke Kabupaten/kota,” tandasnya. Namun demikian, lokasi kantor tersebut berada di wilayah Sleman. “Lokasinya kan di Sleman, kita bertanggungjawab untuk pembersihan, kemudian pengawasan penerapan protolnya,” pungkasnya.

 

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami