Internasional

Kolumbia Rancang Undang-Undang Untuk Menerima Penyerahan Diri Kelompok Kejahatan

BTN iklan

Bogota, Lei – Pemerintah Kolumbia bekerja sama dengan Kongres merancang undang-undang yang akan mengatur ketentuan penyerahan diri kelompok kejahatan seperti Marga Gulf, kata Presiden Juan Manuel Santos pada Kamis, setelah kelompok tersebut menyatakan gencatan senjata sepihak.

Kelompok Marga Gulf, juga dikenal sebagai Marga Usuga dan Autodefensas Gaitanistas, disebut-sebut telah mengendalikan jalur perdagangan narkotika dalam kemitraan dengan kartel Meksiko dan turut ambil bagian dalam penambangan gelap emas. Kelompok tersebut mengumumkan gencatan senjata pada Rabu dan mengatakan bahwa anggotanya bersedia untuk menyerahkan diri.

Presiden Santos, yang menjadi pembicara dalam acara pemberantasan tanaman koka di Provinsi Antioquia, memuji gencatan senjata tersebut dan mengatakan bahwa penyerahan diri kelompok itu akan diterima, namun ia menambahkan bahwa pasukan keamanan tidak akan menghentikan tindakan terhadap kelompok tersebut.

“Jika organisasi ini mau menyerah kepada keadilan, kami sangat menerimanya dan kami bekerja sama dengan menteri kehakiman untuk merumuskan beberapa keputusan dan sebuah undang-undang dalam Kongres untuk memfasilitasi penyerahan kolektif dari Marga Gulf,” kata Santos.

Presiden mengatakan bahwa pemerintah tidak akan berunding dengan kelompok itu karena mereka dinilai sebagai pelaku kejahatan dan bukan pemberontak bernuansa politik seperti Pasukan Revolusioner Angkatan Bersenjata Kolumbia (FARC) yang saat ini didemobilisasi atau Tentara Pembebasan Nasional (ELN).

Menteri Pertahanan Luis Carlos Villegas, yang juga menjadi pembicara di acara yang sama, mengatakan bahwa operasi melawan kelompok kejahatan itu akan terus berlanjut.

“Fakta bahwa mereka tidak akan melakukan perlawanan adalah kabar baik, namun jika mereka melanjutkan kejahatannya, mereka akan menjadi sasaran,” katanya.

“Kami tidak akan menghentikan operasi atau melonggarkan penjagaan,” tambahnya.  (Antara/Reuters)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami