Hukum

KOMAS TAK Serahkan Petisi Tolak Angket KPK

BTN iklan

Jakarta, LEI – Seratus lebih aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Tolak Angket KPK (KOMAS TAK) menyerahkan petisi menolak angket Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) kepada pimpinan KPK.

Koordinator KOMAS TAK, Ray Rangkuti di KPK, Jakarta, Rabu (5/7/2017), mengatakan, petisi tolak angket KPK ini ditandatangani seratus lebih aktivis dari berbagai organisasi.

“Kita kumpulkan seminggu sebelum lebaran dan ditandatangani lebih dari 100 orang. Intinya, kita tetap mendukung KPK,” kata Ray.

KOMAS TAK menolak hak angket DPR terhadap KPK karena tidak ada landasan hukum yang membenarkan untuk membuka rekaman dan bukti penyidikan soal keterangan Miryam S Haryani dalam kasus korupsi e-KTP dan kesaksian palsu.

“Sama sekali kita nggak lihat argumen hukum yang bisa melandasi hak angket itu,” tandas Ray didampingi sejumlah aktivis dan ketua KPK Agus Rahardjo beserta beberapa jajarannya.

KOMAS TAK mempunyai lima poin alasan menolak angket KPK dan membuat petisi. Pertama, hak angket oleh DPR akan melemahkan KPK dan pemberantasan korupsi di Indonesia.

Kedua, angket DPR merupakan bentuk kesewenangan, melakukan intervensi politik atas proses penegakan hukum yang dilakukan KPK terhadap pelaku tindak pidana korupsi.

Ketiga, Koalisi menilai hak angket oleh DPR secara formal mengandung cacat hukum dan etika bernegara. Sebab, dari awal pembentukannya sudah menyimpang dari asas kepatutan moral dan nurani publik.

Keempat, hak angket oleh DPR dinilai gagal fokus, karena mengesankan DPR yang mencari-cari kelemahan dan kesalahan KPK. Hal itu terlihat dari upaya Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket yang mulai meminta bukti rekaman pemeriksaan hingga melebar ke urusan keuangan dan kinerja KPK.

Kelima, hak angket oleh DPR akan menjadi preseden buruk terhadap penegakan hukum di Indonesia. Hak angket terhadap KPK juga dapat mendegradasi kewibawaan DPR, sebagai lembaga tinggi negara yang mewakili aspirasi dan kehendak rakyat.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami