Hukum

Komisi III DPR menolak pembuatan tim Khusus khasus Laskar FPI

BTN iklan

LEI, Jakarta- Keluarga Insiden Penembakan Laskar FPI di km 50 tol Cikampek didampingi kuasa hukum mendatangi gedung DPR untuk menemui komisi III DPR, mereka mengadukan khasus yang menimpa kluarganya dan berharap pimpinan DPR membuat tim Investigasi dalam mengungkap khasus Ini.

Mereka yang mendatangi kantor DPR adalah keluarga dari korban yang bernama Oktiawan, Moh. Suci Khadafi dan Lutfi Hakim. Melalui kuasa hukum Korban Ahmad Bidan, kluarga korban meminta anggota DPR untuk membuat tim khusus untuk menginfestigasi khasus ini. Karena menurut mereka ditemukan kejanggalan saat dilakukan otopsi.

 

Disisi lain wakil Ketua Komisi III DPR Desmon Mahesa mempertanyakan mengapa terbentuknya laskar FPI dan apakah ada pelatihan khusus untuk laskar tersebut. “Kalau ini laskar kan tentara, jadi Bingung juga saya, laskar ini tentara yang disiapkan untuk perang juga “. tutur Desmon di gedung DPR 11 Desember lalu.

“Kita mau perang sama siapa kok disiapkan laskar segala, kalau ini laskar, inikan perang, ini juga tidak benar namanya. Saya sebagai Ketua komisi III melihat seperti ini saya merasa negara ini di Situasi perang semua”

 

Desmon juga menambahkan “Jadi kalau sudah laskar-laskaran sama saja dengan masa pra refolusi. kakek saya juga komandan Laskar”

Desmon jelas menegaskan bahwa ketidak setujuan adanya Laskar FPI yang menurut beliau membuat perpecahan di Negara ini.
Sama dengan pernyataan Presiden untuk memperuntuhkan adanya Lembaga-lembaga doktrin yang memperpecah belah Indonesia harus di tanggalkan.

Disebut Laskar FPI juga sering membuat keonaran di masa Pandemi ini terutama waktu demonstrasi 212 di Bunderan HI maupun saat penjemputan Nabi mereka Habib Riziq.

Khasus Penembakan tewasnya anggota FPI diambil alih oleh Bareskrim Polri. Pengambilan alih penyelidikan dikarenakan untuk menjaga kerdibilitas dan keprofesionalitas Polisi. Terlebih Polda Metro jaya ada yang menjadi korban dari khasusu ini.

 

 

Kontributor: Dwitya Yonathan

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami