BTN iklan
Hukum

Komisi Yudisial Dituntut Hasilkan Hakim Berkualitas

KY terkesan tidak pro-aktif dalam mencari putra-putri terbaik bangsa sebagai calon hakim agung yang potensial

JAKARTA, (LEI) – Kinerja Komisi Yudisial (KY) penting untuk mewujudkan hakim yang berkualitas karena lembaga tersebut mempunyai kebijakan meningkatkan kualitas penyelenggaraan rekrutmen-seleksi hakim dan mewujudkan kekuasaan kehakiman berkeadilan.

“Tapi faktanya, calon hakim agung yang diusulkan KY dari segi kualitasnya, bobot keahliaan hukumnya masih belum memenuhi harapan. Sangat jauh dari kriteria Komisi III DPR,” kata Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan dalam rilis, Sabtu.

Menurut dia, Komisi III DPR kerap disalahkan terhadap hakim agung yang dipilih oleh lembaga legislatif tersebut, padahal yang menyediakan para calon tersebut adalah KY.

Politisi PDIP itu juga mengeritik KY yang terkesan tidak pro-aktif dalam mencari putra-putri terbaik bangsa sebagai calon hakim agung yang potensial.

Sebelumnya, Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali berharap kepada sebanyak 1.591 calon hakim yang akan mendapatkan pembekalan untuk senantiasa menjaga integritas.

“Integritas ini akan mengalami banyak ujian ketika menjadi hakim. Akan tetapi mereka yang selalu mendengarkan hati nuraninyalah yang banyak berhasil dalam ujian integritas ini,” kata Hatta Ali saat memberi sambutan dalam pembekalan CPNS calaon hakim di lingkungan MA Tahun 2018 di Megamendung, Bogor, Jawa Barat, Rabu (21/2).

Dalam acara pembekalan yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo ini, Hatta mengatakan periode magang sebagai calon hakim juga harus dimanfaatkan untuk meningkatkan pengetahuan, mengasah ketrampilan dan memperluas wawasan.

“Pada masa ini hendaknya para calon hakim mulai membangun berbagai kompetensi pada diirinya, yaitu kepekaan terhadap dampak putusan, penguasaan atas formulasi putusan, kemampuan menganalisis masalah, kemampuan bekerja sama, kemampuan berkomunikasi elsecara lisan, kemampuan mengutarakan pendapat secara tertulis, kemmapuan mengambil keputusan, rasa percaya diri, ketelitian dan disiplin,” katanya.

Ketua MA juga mengatakan dalam proses pembelajaran ini para calon hakim juga harus menunjukkan karakternya sebagai inovator pembaruan peradilan serta menjadi pribadi yang siap belajar dan berbagi pengetahuan dengan aparatur peradilan lainnya namun tetap rendah hati. [antara]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

One Comment

  1. DPR dan Komisi Yudisial sebagai Lembaga Negara yang dibentuk oleh Undang-Undang Dasar 1945 mempunyai peran yang sangat penting dalam menyelenggarakan pemerintahan (DPR di bidang legislatif dan Komisi Yudisial di bidang yudikatif). Salah satu perannya yaitu berdasarakan 24A ayat 3 Undang-Undang Dasar 1945 dan Putusan Mahkamah Konstitusi No. 27/PUU-XI/2013 menyatakan bahwa Komisi Yudisial berwenang mengusulkan Calon Hakim Agung sedangkan DPR berwenang memberikan persetujuan atas usulan Calon Hakim Agung yang dilakukan oleh Komisi Yudisial.
    Oleh karena itu, DPR dan Komisi Yudisial sesuai kewenangannya masing-masing, sudah seharusnya menjalankan kewajibannya dengan penuh tanggung jawab. Komisi Yudisial dengan bijaksana dan selektif dalam mengusulkan Calon Hakim Agung dan DPR memberikan persetujuan dengan percaya dan yakin atas usulan Calon Hakim Agung yang dilakukan oleh Komisi Yudisial. Dengan kewajiban yang begitu besar, diharapkan DPR dan Komisi Yudisial tidak mengecewakan rakyat karena keputusan kalian akan mempengaruhi tegaknya keadilan di Indonesia.

    Megasyifa Sitiningtyas
    2015510014
    Universitas Sahid Jakarta

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close