HukumLiputanNasional

Komisi Yudisial Vs Mahkamah Agung di PN Gianyar Bali

BTN iklan

Jakarta/LEI– Seorang hakim di Pengadilan Negeri (PN) Gianyar, DA, telah terbukti merebut wanita yang bekerja sebagai panitera, yang juga istri sesama hakim di PN yang sama.

Mahkamah Agung (MA) dan Komisi Yudisial (KY) pun telah memutuskan DA bersalah.

Namun keputusan dua komisi ini, bertolak belakang.

Dimana KY menuntut DA untuk dipecat.

Sementara MA hanya menjatuhi hukuman skorsing dua tahun tak boleh memimpin sidang.

Percakapan yang mengarah pada urusan ranjang tersebut dilakukan via WhatsApp (WA).

Berdasarkan itu pula, hakim P melaporkan kasus perselingkuhan ini ke Mahkamah Agung.

Kasus ini pun direspons cepat oleh Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung.

Dimana tak sampai sepekan MA mengeluarkan hasil keputusan untuk kesalahan DA.

Dimana, MA memvonis DA dengan sanksi diskorsing selama dua tahun untuk tidak mengadili, dengan penempatan di Banda Aceh.

Selain itu, hakim P juga kini dipindah tugas ke Lombok, sedangkan wanita tersebut kini menjadi panitera di Pengadilan Tinggi.

Pengumuman dari MA tersebut, keluar satu jam sebelum KY melakukan rapat pleno dengan rekomendasi memecat hakim DA, dan harus dibawa ke Majelis Kehormatan Hakim (MKH).Meskipun MA telah memutuskan sanksi memindah tugas Hakim DA.

Sanksi yang dikeluarkan oleh kedua komisi displin hakim ini pun terkesan bertolakbelakang.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close