HEADLINESNasional

Konseptor NKK Dr Daoed Yoesoef Era Soeharto Meninggal

BTN iklan

Jakarta, LEI – Sejak peristiwa Malari atau Malapetaka 15 Januari 1974 kehidupan kampus sampai dengan tahun1977 terus bergejolak hingga akhirnya Menteri Pendidikan Daoed Yoesoef menerapkan Normalisasi Kehidupan Kampus (NKK).

Pada tahun 1978 setelah kejadian demo anti produk Jepang di prakasai Herman Siregar UI, demo di kampus di kota-kota Propinsi di Indonesia.

Daoed Joesoef yang kala itu Menteri Pendidikan sebagai konseptor NKK , membrangus kehidupan kampus yang awalnya sangat dinamis dan lekat kehidupan berbangsa dan merakyat.

Sedikit demi sedikit kampus menjadi menjauh dengan masyarakat dan kadang menjadi elitis, tidak membumi, diterapkannya sistim kredit kepada mahasiswa dan jangka waktu pendidikan, menjadikan mahasiswa jauh dari kehidupan bersosial kehidupan masrakat.

Daoed Joesoef (lahir di Medan, Sumatera Utara, 8 Agustus 1926; umur 91 tahun) adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia dari 1978 sampai 1983 dalam Kabinet Pembangunan III.

Ia dilahirkan dari pasangan Moehammad Joesoef dan Siti Jasiah asal Jeron Beteng, Yogyakarta. Dia menikah dengan Sri Sulastri dan dikaruniai anak Sri Sulaksmi Damayanti.

Daoed memperoleh gelar sarjana ekonomi dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (1959). Setelah itu ia meneruskan studinya ke Sorbonne, Perancis dan meraih dua gelar doktor, yakni Ilmu Keuangan Internasional dan Hubungan Internasional (1967) serta Ilmu Ekonomi (1973).

Daoed Joesoef adalah salah seorang tokoh yang ikut mendirikan CSIS (Centre for Strategic and International Studies), sebuah tangki pemikir yang banyak dimanfaatkan sumbangannya oleh pemerintahan Orde Baru. Dalam kehidupan sehari-harinya, Daoed Joesoef mempunyai kegemaran melukis.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami