LiputanPKPUPolitik

Konsultan: Tahun Politik Jangan Ganggu Realisasi Investasi

BTN iklan

Jakarta, 8/2 (Antara) – Konsultan properti internasional Jones Lang LaSalle (JLL) menginginkan tahun politik seperti 2018 yang dipenuhi dengan perhelatan Pilkada di berbagai daerah jangan sampai mengganggu realisasi investasi sektor properti nasional.

“Menjelang tahun politik, diharapkan realisasi investasi tidak terganggu sehingga tetap stabil,” kata Country Head JLL Indonesia, Todd Lauchlan, dalam rilis, Kamis.

Menurut dia, secara umum sepanjang tahun 2017 lalu dinilai mampu memberikan kesan bahwa bisnis properti di Indonesia masih menarik, yang ditandai dengan tingkat permintaan yang mulai membaik khususnya dalam investasi sektor perkantoran.

Selain itu, ia juga melihat sejumlah investor dari beberapa negara Asia seperti Jepang, China, dan Singapura masih menunjukkan minat yang cukup tinggi untuk berinvestasi pada sektor properti di Indonesia, seperti logistik dan residensial.

Sebagaimana diwartakan, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menginginkan pemerintah dapat benar-benar mengatasi hambatan terhadap investasi karena dirinya masih kerap mendengar adanya keluhan perwakilan sejumlah negara yang mengaku sulit berinvestasi. “(Investasi) itu harusnya dipermudah sehingga negara sahabat mau berinvestasi,” kata Fadli.

Menurut politisi Gerindra itu, masih adanya keluhan dari sejumlah negara terkait dengan banyaknya regulasi yang menimbulkan beban biaya tinggi.

Selain itu, ujar dia, sejumlah hambatan lainnya yang juga masih dilaporkan seperti adanya peraturan yang tumpang tindih di antara lintas kementerian.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati mengkhawatirkan mengenai nasib investasi di Indonesia pada tahun politik 2018.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (7/2), Enny mengatakan bahwa tahun politik mengandung kendala yang krusial bagi investasi, yaitu sikap investor yang cenderung menunggu kepastian terlebih dahulu.

INDEF terutama menyoroti penurunan indeks tendesi bisnis (ITB) di kuartal IV-2017 dari 112,39 menjadi 111,02. Hal tersebut, menurut Enny, menggambarkan optimisme pelaku bisnis kian menurun.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk mengatasi persoalan investasi di Indonesia, salah satunya dengan menyamakan persepsi di tingkat kementerian guna memperlancar keran investasi.

“Presiden minta saya untuk mengatasi itu, oleh karenanya (Presiden) minta semua kementerian untuk mempelajari itu. Saya kumpulkan di sini data itu, saya kasih datanya semua,” kata Wapres Kalla usai pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Jakarta, Selasa (6/2).

Wapres menjelaskan untuk meningkatkan investasi, hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan mengurangi masalah. Untuk itu, Wapres telah mengumpulkan perwakilan pengusaha besar asing, para duta besar dan kamar dagang dan industri Indonesia (Kadin) guna menganalisa persoalan yang dialami.(T.M040)


Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami