EntertainmentLifestyle

Kontroversi Halal-Haram Gambus Sabyan di Mata Ulama

BTN iklan

Jakarta (LEI) – Kemunculan grup musik religi Sabyan sempat menimbulkan kontroversi. Lantunan selawat yang mereka bawakan dengan musik pop dianggap menjadi suatu hal yang haram dalam syariat Islam.

Ketua Komisi Fatwa MUI KH Hasanuddin AF pun menanggapi perdebatan itu. Menurutnya, haram atau tidaknya sebenarnya bergantung pada isi dan dampak dari musik yang dibawakan.

“Musik sebenarnya netral, jadi tergantung isi dan dampaknya. Selama dampaknya positif dan mengajak kebaikan, ya tidak apa-apa,” katanya saat dihubungi.


Namun musik bisa menjadi haram, jika membawa dampak negatif, dari sisi mana pun.

“Seperti penampilan personelnya, liriknya, musiknya, ya itu bisa menjadi haram. Apalagi kalau personelnya melanggar syariat,” ujar Hasanuddin melanjutkan.

Ketua Komisi Dakwah MUI KH Cholil Nafis yang dihubungi secara terpisah pun menyampaikan hal senada. Menurutnya, selama musik itu didengarkan untuk tujuan baik dan tidak membuat luput akan kewajiban beribadah, maka ia sah-sah saja.


“Dalam Islam, musik adalah bagian dari hiburan. Jadi boleh saja bermusik atau mendengarkan musik, asal jangan berlebihan. Berlebihannya seperti apa? Yang membuat lupa atau lalai kepada Allah SWT,” katanya.

Cholil mencontohkan dampak negatif dan berlebihan yang ditimbulkan musik. Misalnya, katanya, saat yang mendengarkannya sambil berjoget. “Ada perempuan yang bergoyang di depan laki-laki secara berlebihan, itu tidak baik,” tuturnya.

Personel Sabyan yang ditemui secara terpisah beberapa waktu lalu pun menanggapi gencarnya kritik terhadap mereka. Sofwan sang penyanyi latar mengakui soal banyaknya kritik yang datang soal gambus yang mereka nyanyikan.

“Seperti yang bilang kok alatnya enggak ada yang identik dengan gambus? Itu karena kami mengikuti perkembangan zaman dan pasar Indonesia. Memang dasarnya tetap gambus, jadi tidak akan menghilangkan. Tapi dari penampilan dan musik kami sesuaikan perkembangan zaman.”

Ia pun sependapat dengan beberapa ulama yang sudah memberikan opininya soal musik.

“Saya pernah dengar Ustaz Somad [bilang], selagi musik maknanya baik, tidak menjadi haram. Saya kurang tahu pasti karena ulama berbeda pendapat dan enggak bisa jawab lebih detail.”

Pemain kibor grup musik itu, Ayus pun tidak berani berkomentar. Ia hanya bisa menegaskan, tujuannya bermusik adalah untuk hal baik. “Saya main musik saja, yang penting saya cari rezeki, toh yang kami bawakan malah bikin orang selawatan,” katanya. [cnn indonesia]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close