LifestyleTraveling

Kopenhagen, Kota Berlabuhnya Para Saudagar

BTN iklan

Kopenhagen/Lei- Libur musim panas telah tiba, kamipun menyusun rencana untuk mengunjungi beberapa negara yang terletak di ujung utara Eropa yaitu Scandinavian countries, yang terdiri dari Denmark, Norwegia, Swedia, dan Islandia. Pengelompokkan tersebut diyakini karena kesamaan etimologi dari keempat negara tersebut yang terkenal dengan bangsa Vikings yang mendominasi Eropa pada abad ke-8 sampai abad ke-11. Akan tetapi, kami perlu memeriksa apakah visa kami berlaku untuk melakukan perjalanan ke Skandinavia. Setelah melakukan re-check, kami mengetahui bahwa kami dapat melakukan perjalanan tersebut dengan menggunakan visa schengen yang kami miliki. Mengetahui hal itu, kamipun bergegas menyusun rencana perjalanan dari Berlin-Kopenhagen, Denmark-Malmo, Swedia-Götheburg, Swedia-Bergen, Norwegia. Kami juga segera mencari tiket pesawat ataupun bus murah antar kota-kota tersebut, serta tidak lupa kami melakukan reservasi kamar murah yang ditawarkan di airbnb. Selesai melakukan perencanaan finansial dan akomodasi, kami mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa nantinya seperti pakaian-pakaian, perlengkapan tracking, dokumen-dokumen perjalanan penting dan lain-lain.

Salah satu sudut kota Kopenhagen

Perjalanan dari Berlin menuju ke Kopenhagen, kami menggunakan rute penerbanganan yang berlangsung selama kurang-lebih 1 jam. Sesampainya di Kopenhagen hari sudah malam sehingga kamipun langsung menuju ke penginapan yang terletak di pusat kota dan beristirahat. Keesokan harinya cuaca sangat cerah, perjalanan dimulai dengan menuju ke pusat kota dengan menggunakan kereta bawah tanah. Di pusat kota kami melihat banyak bangunan khas Eropa Utara era baheula, akan tetapi bangunan-bangunan tersebut masih tersusun rapih dan kokoh seakan baru saja dipugar. Tradisi orang eropa yang mengalihfungsikan bangunan tua menjadi toko-toko dan rumah tinggal modern adalah konsep yang menjelaskan mengapa bangunan-bangunan tersebut masih terlihat di sekitar kami saat ini.

Marching Band di tengah Kopenhagen

Saat ini fokus kami tertuju pada daerah Newport Copenhagen (Nyhavn) yang terkenal dengan resto ala pelaut yang berada di pinggir sungai yang mengalir di sepanjang dermaga Kopenhagen. Disini kami menikmati suasana kora Kopenhagen sambil menikmati bir lokal yang cukup terkenal yaitu Carlsberg. Seketika kami ber-ide untuk mengunjungi pabrik bir kawakan tersebut. Untuk sampai kesana, kami harus naik bus kira-kira 15 menit lamanya dan berjalan kaki sejauh 1 Kilometer. Sesampainya disana kami mengikuti tur untuk berkeliling di pabrik (Brewery) tersebut. Hal ini sungguh menarik karena kami baru mengetahui bahwa awal dari pembangunan pabrik bir tersebut, Carlsberg memperkerjakan kuda-kuda sebagai bagian dari pekerja mereka dimana mereka bukanlah sembarang kuda melainkan kuda Jutland yang merupakan kuda yang digunakan oleh bangsa Viking. “Mereka adalah kuda yang sangat tangguh dan kuat yang merupakan kuda perang dari abad pertengahan” ujar salah satu tour guide disana. 

Carlsberg Brewery

Dari pabrik bir Carlsberg kami langsung meluncur ke kawasan pesisir. Ada satu lagi monumen khas dari Copenhagen yang tidak boleh dilewatkan yaitu The little Mermaid Statue karya dari Edvard Eriksen di pelabuhan Kopenhagen. Pembuatan patung tersebut diilhami oleh kisah dongeng yang ditulis oleh Hans Kristian Andersen yang bercerita tentang putri duyung. Begitu banyak turis yang ingin mengambil gambar dan juga selfie dengan patung tersebut yang sebenarnya menurut kami tidak begitu megah. Well, kamipun melanjutkan perjalanan menuju ke Pantai Amager untuk menikmati sunset. Teringat bahwa ini adalah kota tujuan pertama kami dimana esok hari kami melanjutkan ekspedisi menuju Malmö lalu Götheburg. Kamipun tidak sabar akan pengalaman baru yang masih akan menanti kami disana.

Peliput: Johanes Maria Vianney

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami