InternasionalTekno

Korea Selatan Ancam Penjara atau Denda 260 juta Rupiah untuk Jasa Boosting Akun

BTN iklan

(LEI)-Tidak punya waktu? Cupu tak sadar diri dan ingin bermain dengan pemain lain yang punya kemampuan lebih baik? Atau sekedar sudah berada di titik bosan namun tetap ingin melanjutkan di masa depan? Alasan-alasan ini memang membuat jasa boosting akun merajalela, yang biasanya difokuskan untuk game berbasis multiplayer dengan beragam genre. Ketika negara lain masih melihatnya sebagai sesuatu yang tidak terlalu penting untuk diperhatikan dan diatasi, Korea Selatan kembali membuktikan diri sebagai negara dengan ekosistem video gaming di level yang berbeda. Hukum terbaru siap menghukum para penyedia jasa boosting akun hingga ancaman yang tidak main-main.

Pemerintah Korea Selatan akhirnya meresmikan hukum baru yang siap untuk menjerat para pelaku jasa boosting akun di negara ginseng tersebut. Tidak main-main, jika berujung terbukti, pelaku bisa dikenai hukuman penjara hingga 2 tahun lamanya atau membayar ganti rugi sekitar USD 18.000 atau 263 juta Rupiah. Alasannya tentu saja bukan karena video game saja. Mengingat Anda harus mendaftarkan kartu identitas untuk memainkan game MMO di Korea Selatan, menggunakan jasa boosting berarti berbagi detail informasi tersebut ke orang lain (penyedia jasa) yang tentu saja ilegal.

Permintah Korea Selatan meloloskan hukum dengan ancaman pidana 2 tahun atau denda 263 juta Rupiah untuk penyedia jasa boosting akun.

Apa yang dilakukan oleh Korea Selatan ini tentu saja disambut baik oleh industri game yang berkecimpung di pasar tersebut, apalagi mengingat beberapa kasus boosting seperti ini justru dilakukan oleh para gamer pro di scene esports itu sendiri. (jagatreview)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami