Internasional

Korea Utara Hancurkan Lokasi Uji Coba Nuklirnya

BTN iklan

PYONGYANG (LEI) – Korea Utara telah menghancurkan terowongan-terowongan di lokasi uji coba nuklir Punggye-ri sebagai bagian dari janji yang dibuat Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un pada akhir April lalu. Penghancuran satu-satunya lokasi uji coba nuklir milik Korea Utara itu disaksikan oleh sejumlah jurnalis asing yang diundang oleh Pyongyang.

Langkah yang dilakukan Korea Utara ini dipandang sebagai bagian dari upaya perbaikan hubungan diplomatik antara Korea Utara dengan Korea Selatan dan Amerika Serikat. Beberapa peneliti mengatakan, tiga terowongan di Punggye-ri diduga telah roboh setelah uji coba nuklir keenam Korea Utara pada September 2017.

Pyongyang mengatakan, lokasi uji coba nuklir Punggye-ri telah dibongkar. Namun, pemeriksa independen tidak diizinkan untuk memantau proses pembongkaran sehingga ada kekhawatiran bahwa pembongkaran itu dapat dengan mudah diperbaiki kembali.

Penghancuran terowongan ini dilakukan menjelang pertemuan tingkat tinggi antara Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang kemudian dibatalkan.

Tiga terowongan di Punggye-ri diruntuh dengan rangkaian ledakan di depan 20 jurnalis internasional yang dipilih oleh Pyongyang. Dua ledakan dilakukan di pagi hari dan empat ledakan lain dilakukan pada siang hari.

“Kami mendaki ke pegunungan dan menyaksikan ledakan dari jarak sekira 500 meter,” kata Tom Cheshire dari Sky News sebagaimana dilansir BBC, Jumat (25/5/2018).

“Mereka menghitungnya: tiga, dua, satu. Ada ledakan besar, Anda bisa merasakannya. Debu datang kepada Anda, hawa panas datang kepada Anda. Itu sangat keras.”

Institut Senjata Nuklir Korea Utara dalam pernyataannya mengatakan bahwa pembongkaran situs itu “dilakukan sedemikian rupa untuk membuat semua terowongan dari lokasi uji coba runtuh oleh ledakan dan benar-benar menutup pintu masuk terowongan”, demikian dilansir laman NK News.

“Telah dikonfirmasi bahwa tidak ada kebocoran bahan radioaktif maupun dampak buruk pada lingkungan ekologi sekitarnya.”

Pemerintah Korea Selatan menyambut baik berita itu.

“Kami mengharapkan itu akan berfungsi sebagai kesempatan bagi denuklirisasi lengkap ke depan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Noh Kyu-duk seperti dikutip oleh kantor berita Yonhap. (okezone)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami