Hukum

Korupsi BPJS terendus Kejagung, Jatuhkan Tindak Pidana BPJS

BTN iklan

LEI, Jakarta- Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa Presiden Direktur PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Tae Yong Shim terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK).

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengemukakan Tae Yong Shim diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi dalam perkara korupsi yang menjerat BPJS TK tersebut.

Selain Tae Yong Shim, tim penyidik Kejagung juga telah memeriksa saksi lainnya, yaitu dealer dari PT Samuel Asset Management Isna, PIC PT Schroder Investment Management Louise Widjaja, Direktur PT Schroder Investment Management Indonesia Irwanti, dan Deputi Direktur Pasar Modal BPJS TK Kuntjoro.
Ada pula, Direktur PT UOB Kay Hian Sekuritas Yacinta F Tjang, PIC PT Indo Premier Sekuritas inisial A, dan Kepala Urusan Pengelolaan Aset dalam Pengawasan Khusus BPJS TK tahun 2017 berinisial NHP.

“Semuanya diperiksa sebagai saksi terkait kasus korupsi PT BPJS TK,” tuturnya, Rabu (17/2/2021).

Leonard menjelaskan alasan tim penyidik Kejagung periksa delapan orang saksi tersebut untuk mencari fakta hukum terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi BPJS TK sekaligus mengumpulkan alat bukti.
Sebelumnya, penyidik Kejagung menemukan dugaan kerugian negara mencapai Rp20 triliun dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi BPJS TK.
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung, Febrie Adriansyah menyebut, bahwa angka tersebut masih belum final, karena tim penyidik masih terus menghitung kerugian negara akibat perkara korupsi BPJS TK tersebut.

 

“Para saksi diperiksa dalam rangka mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti kasus BPJS TK,” katanya.

 

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami