Hukum

Korupsi e-KTP, KPK Cokok Andi Narogong

BTN iklan

Jakarta, LEI – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencokok tersangka kasus korupsi e-KTP Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tahun anggaran 2010-2012, Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Jakarta, Kamis (23/3/2017), mengatakan, penyidik menangkap Andi Narogong pada hari Kamis. “Penangkapan dilakukan terhadap tersangka diduga keras melakukan tindak pidana,” katanya.

Penyidik langsung melakukan pemeriksaan intensif terhadap Andi Narogong. “KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan proses hukum selanjutnya. Saat ini yang bersangkutan masih diperiksa,” kata Febri.

KPK menetapkan Andi Agustinus alias Andi Narogong sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP setelah menemukan bukti permulaan yang cukup. Andi diduga besama-sama terdakwa Irman dan Sugiharto melakukan perbuatan melawan hukum untuk memperkaya diri sendiri atau pihak lain yang merugikan keuangan negara sekitar Rp 2,3 trilyun.

Untuk mengurus anggaran di DPR, Andi Narogong melakukan sejumlah pertemuan dengan terdakwa Irman dan Sugiharto, sejumlah anggota DPR RI, Komisi II DPR, dan Badan Anggaran (Banggar), serta pejabat Kemendagri.

Sedangkan dalam pengadaan e-KTP, Andi diduga melakukan koordinasi dengan tim Fatmawati agar perusahaan tertentu memenangkan proyek e-KTP. Dia juga menggelontorkan sejumlah uang kepada panitia pengadaan e-KTP.

Atas perbuatan itu, KPK menyangka Andi Agustinus alias Andi Narogong melanggar Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Tindak Pidana Korupsi Nomor 31 Tahun 1999 sebagiamana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 KUHP.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami