Hukum

Koruptor Rp 40,8 Miliar Ini Tidak Ditahan Kejaksaan Tinggi

Sumanggar Siagian percaya bahwa tersangka tidak akan melarikan diri dan kooperatif

BTN iklan

MEDAN, (LEI) – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara tidak melakukan penahanan tersangka berinisial ES, seorang pejabat pembuat komitmen, pada kasus dugaan korupsi APBN tahun 2015 senilai Rp40,8 miliar di Badan Pemberdayaan Masyarakat pemerintah provinsi setempat.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut Sumanggar Siagian di Medan, Senin, mengatakan tidak dilakukan penahanan terhadap tersangka itu, berdasarkan pertimbangan penyidik dari institusi hukum tersebut.

Dia menilai tersangka pejabat pembuat komitmen (PPK) itu, tidak akan merusak barang bukti, tidak akan melarikan diri dan juga kooperatif. “Namun, penyidik Kejati Sumut tetap melakukan pengawasan terhadap tersangka ES,” ujar Sumanggar.

Ia menyebutkan Kejati Sumut juga telah memeriksa tersangka korupsi APBN 2015 di Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Provinsi Sumut.

Pemeriksaan terhadap tersangka itu untuk mengetahui penyaluran dana pemberdayaan masyarakat yang bersumber dari dana APBN Tahun Anggaran 2015.

“Penyaluran bantuan dana untuk kepentingan masyarakat itu diduga terjadi penyimpangan dan tidak sesuai ketentuan yang berlaku,” ucapnya.

Sumanggar mengatakan tersangka ES sudah dua kali diperiksa Kejati Sumut, yakni pertama Rabu (31/1) dan kedua Rabu (14/2) di sebuah ruangan Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumut.

Tersangka itu tidak dilakukan pemeriksaan lagi dan dianggap sudah selesai.

Jaksa yang menangani perkara korupsi itu sedang merampungkan dakwaan untuk segera dilimpahkan perkaranya ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan.

“Sedangkan seorang lagi tersangka korupsi Bapemas Pemprov Sumut berinisial TFK, Direktur Mitra Multi Communication, TFK, masuk daftar pencarian orang (DPO),” kata mantan Kasi Pidum Kejari Binjai itu.

Kejati Sumut telah menetapkan empat tersangka dalam kasus itu, yakni ES yang juga PPK di Bapemas Pemprov Sumut, TFK (Direktur Mitra Multi Communication), BS (Direktur PT Proxima Convex) dan RJP (Direktur PT Ekspo Kreatif Indo).

Tersangka BS dan RJP telah ditahan oleh Kejati Sumut dengan dititipkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas I-A Tanjung Gusta Medan.

Sebelumnya Kejati Sumut juga menetapkan satu tersangka lain, yakni Direktur PT Shalita Citra Mandiri berinisial MN, Namun MN meninggal dunia di salah satu rumah sakit di Jakarta pada 25 Februari 2017, akibat penyakit jantung. Karena itu, status hukumnya otomatis gugur dan penyidikan terhadapnya juga dihentikan. [antara]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four × five =

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami