InternasionalLiputan

Korut Buka Layanan Feri ke Rusia Walaupun Terkena Sanksi PBB

BTN iklan

VLADIVOSTOK, (LEI/Kompas) – Sebuah feri Korea Utara merapat di Pelabuhan Vladivostok, Rusia, untuk pertama kalinya. Padahal, Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) masih menerapkan sanksi yang meluas atas Korut.

Feri Mangyongbong -yang juga membawa kargo, selanjutnya akan berlayar sekali seminggu ke kota pelabuhan tersebut.

Layanan feri dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan antara Korut dan Amerika Serikat, sehubungan dengan uji coba rudal Pyongyang, yang diduga ingin mengembangkan senjata nuklir.

Sebuah perusahaan wisata China mengirim beberapa karyawannya untuk menandai pelayaran pertama feri, yang memiliki restoran, bar, dan ruang karaoke.

Para wisatawan China diharapkan akan menggunakan feri Mangyongbong untuk mengunjungi Korut maupun Rusia.

Perusahaan Rusia, InvestStroiTrest, yang mengelola feri yang berasal dari Kota pelabuhan Rajin di Korut.

Selain berbisnis ekspor dan impor di Rajin, perusahaan itu juga menjalankan usaha pengiriman barang di Vietnam dan Thailand.

Dilaporkan banyak warga Korut yang bekerja di sektor konstruksi gedung di Vladivostok. Hal itu menjadi salah satu sumber uang tunai bagi rezim Pyongyang yang diasingkan oleh dunia internasional.

Menteri Luar Negeri Jepang, Fumio Kishida, sudah mengungkapkan keprihatinan kepada Rusia tentang layanan feri ini, dengan menyebut sanksi PBB atas Korut karena progam nuklirnya.

Hubungan ekonomi Rusia dan Korut sudah berlangsung sejak masa Perang Dingin, ketika kedua negara secara ideologis menentang Dunia Barat.

Koran Pemerintah Rusia, Rossiiskaya Gazeta, mengatakan, Mangyongbong akan membawa barang-barang penting dan kargo lainnya, yang akan melewati pemeriksaan ketat di bea cukai Rusia.

Mangyongbong dibangun tahun 1971 dan dimodernisasi tahun lalu -seperti dilaporkan kantor berita Rusia, Tass, dengan kapasitas 200 penumpang dan 1.500 ton kargo.

Sanksi PBB atas Korea Utara

1. Semua perdagangan senjata.

2. Semua teknologi terkait nuklir.

3. Perdagangan roket maupun bahan bakar pesawat terbang.

4. Penjualan batu bara, besi, bijih besi, dan bahan logam lain dari Korut.

5. Berbagai operasi keuangan oleh Pyongyang

6. Penjualan karpet mewah, permata, dan kapal pesiar ke Korut

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami