Liputan

KPIG Tanam Rp13 Triliun

BTN iklan

JAKARTA/Lei—Setelah mencaplok kawasan Lido Resort dari Grup Bakrie, PT MNC Land Tbk. milik Hary Tanoesoedibjo siap menggelontorkan dana hingga US$1 miliar setara dengan Rp13,2 triliun untuk menyulap kawasan itu menjadi taman hiburan terintegrasi kelas dunia.

Chief Executive Officer MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengatakan pembangunan kawasan Lido ditargetkan mencakup taman hiburan, hotel, vila, golf, country golf, hingga sarana infrastruktur pendukungnya. Pembangunan akan dilakukan secara bertahap dilakukan oleh MNC Land dengan menggandeng sejumlah mitra.

“Investasi fase pertama sekitar US$1 miliar, termasuk infrastruktur untuk 800 Hektare dari 3.000 Ha,” ungkapnya dalam konferensi pers, Jumat (17/6).

Sejumlah investor dari berbagai negara telah menyatakan minat untuk menggarap kawasan Lido. Salah satunya yang telah meneken nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) adalah dengan investor asal Korea Selatan.

Investor seperti Korea Agency for Infrastructure Technology Advancement, Korea Land & Housing, dan The Trump Organization, digandeng Hary Tanoe untuk menyulap kawasan itu menjadi taman hiburan terintegrasi.

Pembangunan tahap pertama, khusus taman hiburan, Grup MNC menggandeng perusahaan asal China sebagai kontraktor dan pengelola. Proyek konstruksi theme park diproyeksi menelan dana US$500 juta setara dengan Rp6,6 triliun.

Kebutuhan dana akan dicukupi dari Chinese Export and Credit Insurance Corporation hingga 85% setara dengan US$425 juta. Rencananya, konsorsium perbankan dan lembaga keuangan asal negeri Tirai Bambu itu akan mengucurkan pembiayaan hingga 15 tahun.

Sisa kebutuhan dana sebesar US$75 juta akan dirogoh dari kas internal untuk kebutuhan pembangunan theme park. Kebutuhan dana itu tidak termasuk untuk pengadaan lahan dan infrastruktur pendukung lainnya.

Tidak hanya badan usaha milik negara (BUMN) China yang akan membiayai pembangunantheme park, konstruksi taman hiburan itu juga akan digarap oleh BUMN China yakni China Metallurgical Corporation (MCC) Group. Targetnya, pengerjaan konstruksi dimulai kuartal IV/2016 dan bakal rampung pada April 2019.

Emiten bersandi saham KPIG itu sebelumnya mengakuisisi Lido Resort dari PT Bakrie Development Tbk. pada 2013 senilai Rp1,4 triliun. Dalam catatan Bisnis, pengembangan tahap pertama ditaksir memakan biaya hingga US$400 juta dengan jangka waktu pengembangan 3-4 tahun.

Pengembangan Lido akan terbagi dalam dua zonasi, pertama entertainment city, mencakup taman bermain, hotel, resor, area ritel dan hiburan. Kedua, MNC Land akan membangun  Trump Luxury District akan mencakup hotel resor bintang enam, Trump Golf & Country Club, dan residensia mewa

Secara umum, MNC Land tahun ini menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 7%–10% dari perkiraan pendapatan sepanjang 2015 sebesar Rp1,2 triliun. Pendapatan akan didominasi dari lini bisnis perhotelan dan perkantoran.

MNC Land menyiapkan belanja modal (capital expenditure/Capex) senilai Rp1,2 triliun. Perseroan telah mendapat komitmen pinjaman dari perbankan untuk memenuhi 70% belanja modal dan sisanya dari internal.

Anggaran belanja modal tahun ini akan digunakan untuk proyek eksisting yang belum rampung seperti MNC Media Tower & Park Hyatt, One East Residence, dan Lido Golf Course. Namun, dana itu tidak termasuk Lido Resort & Theme Park dan Bali Nirwana Resort.

Chairman MCC Group Guo Wenqing mengatakan pihaknya telah berpengalaman dalam membangun theme park di Asia, yakni Disneyland Shanghai dan Universal Studios Singapura. Dia mengklaim tidak ada kontraktor utama regional lainnya yang dapat menandingi pengalaman dan reputasi MCC dalam penyelesaian proyek tepat waktu dengan standar tinggi.

“Kami senang dapat bekerja sama dengan MNC Land dalam membangun destinasi ikonis ini,” tuturnya.

Di sisi lain, grup usaha Hary Tanoes jugaakan berekspansi dengan membangun proyek pembangkit listrik (PLTU) mulut tambang dengan kapasitas 300-600 Megawatt.

Ekspansi power plant akan dilakukan oleh anak usaha PT MNC Investama Tbk. (BHIT), yakni PT Bhakti Coal Resources (BCR) di Sumatra Selatan. MNC Investama juga memiliki perusahaan batu bara di Kalimantan Selatan yaitu PT Nuansacipta Coal Investment (NCI).

“Kami akan mencari partner dulu baik dari lokal maupun asing, terbuka. Kami punya batu bara yang akan menjadi modal, kami mengembangkan power plant mulut tambang,” ujar Chief Executive Officer MNC Group Hary Tanoesoedibjo akhir pekan lalu.

Untuk membangun PLTU, investasi diperlukan mencapai US$1,5 juta hingga US$2 juta setiap Megawatt. Sehingga, total investasi power plant Grup MNC diproyeksi mencapai US$450 juta-US$1,2 miliar atau maksimum Rp15,8 triliun.

Dia menyebutkan, Grup MNC telah memiliki perusahaan tambang batu bara di Sumsel di bawah naungan BHIT. Ekspansi yang dilakukan oleh MNC demi memaksimalkan potensi batu bara yang harganya saat ini masih terbilang rendah.

Orang terkaya ke-28 versi majalah Forbes yang diproyeksi memiliki kekayaan US$1 miliar itu membuka kemungkinan kerja sama dengan investor lokal maupun asing. Grup MNC dipastikan tidak akan membangun proyek power plant sendiri lantaran bisnis listrik bukan merupakan lini utama yang dikuasai.(bisnis.com)

Perlihatkan Lebih

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami