Hukum

KPK Apresiasi Jokowi Kembali Panggil Kapolri Soal Kasus Novel

BTN iklan

Jakarta, LEI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil lagi Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk dimintai penjelasan tentang perkembangan penanganan kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK, Novel Baswedan.

“Kalau misalkan Presiden meminta Kapolri menjelaskan, saya kira itu positif. Karena ada harapan ke depan semoga pelaku itu bisa ditemukan,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Jakarta, Rabu (8/11/2017).

Jokowi sebelumnya juga telah meminta penjalasan tentang penanganan kasus ini dari Tito pada akhir Juli lalu. Usai dipanggil Jokowi, Polri kemudian mengeluarkan sketsa wajah yang diduga pelaku penyiraman terhadap Novel.

Namun setelah tiga bulan berlalu
pasca-pertemuan tersebut, upaya Polri mengusut kasus ini tidak ada perkembangan signifikan, bahkan seolah jalan di tempat sehingga sejumlah kalangan mendesak Jokowi segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

Desakan itu kian menguat karena sudah 7 bulan kasus yang menimpa Novel yang ditangani Polda Metro Jaya itu masih gelap. Siapa pelaku dan aktor intelektual atau dalangnya masih belum diketahui.

Soal pembentukan TGPF, KPK menilai itu berada di tangan Jokowi. “Apakah nanti akan dibentuk TGPF atau tidak di bawah presiden, itu tentu menjadi domain presiden. Namun bagi KPK sendiri konsen kita sama dengan publik, agar pelaku ditemukan,” katanya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami