Hukum

KPK Bakal Jerat PT Quadra Tersangka Korupsi e-KTP

BTN iklan

Jakarta, LEI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak menutup kemungkinan tetapkan PT Quara Solution sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP jika sudah menemukan bukti permulaan yang cukup dalam kasus korupsi e-KTP.

“Saya belum bisa katakan sekarang. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa PT Quadra ini juga bisa dijerat, ikut bertanggung jawab dari segi korporasinya, bukan hanya orangnya,” kata Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif di KPK, Jakarta, Rabu (27/9).

KPK tidak menutup kemungkinan akan menetapkan perusahaan tersebut sebagai tersangka korporasi karena masih terus mengembangkan kasus korupsi e-KTP untuk menjerat semua pihak yang diduga terlibat.
“Tapi itu nanti dalam proses pengembangan penyidikan kita lihat,” katanya.

PT Quadra dalam putusan Irman dan Sugiharto merupakan salah satu korporasi yang diuntungkan dari korupsi proyek e-KTP sejumlah Rp 79 milyar. Quara diuntungkan bersama perusahaan atau korporasi anggota Konsorsium PNRI lainnya.

Korporasinya adalah manajemen bersama Konsorsium PNRI Rp 137 milyar, Perum PNRI Rp 107,7 milyar, PT Sandipala Arthaputra Rp 145,8 milyar, PT Mega Lestari Unggul selaku holding PT Sandipala Arthaputra Rp 148 milyar, PT LEN Industri Rp 3,4 milyar, dan PT Sucofindo Rp 8,2 milyar.

KPK baru menetapkan Direktur Utama PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sugihardjo sebagai tersangka setelah menemukan bukti permulaan yang cukup di antaranya dari fakta sidang terdakwa Irman, Sugiharto, dan Andi Agustinus alias Andi Narogong.

KPK menyangka Anang Sugiyana Sudihardjo melanggar Pasal 2 Ayat (1) subsider Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami