BTN iklan
Hukum

KPK Banding Putusan 7 Tahun Penjara Fredrich Yunadi

Jakarta, LEI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan banding atas vonis 7 tahun penjara terhadap terdakwa Fredrich Yunadi yang dijatuhkan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

“KPK telah memutuskan untuk lakukan banding atas vonis Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta untuk terdakwa Fredrich Yunadi,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Jakarta, Minggu (8/7/2018).

Menurut Febri, jaksa penuntut umum (JPU) KPK telah menyatakan sikap tersebut setelah sebelumnya menyatakan pikir-pikir atas vonis yang diputuskan majelis hakim pada sidang hari Kamis (28/6).

“Pernyataan banding telah disampaikan oleh JPU KPK. Sedangkan memori banding sedang kami susun sembari menunggu salinan putusan lengkap diterima KPK,” kata Febri.

Pada dasarnya, lanjut Febri, JPU KPK memahami untuk pembuktian dakwaan, putusan majelis hakim prinsipnya sama dengan uraian analisa JPU. “Namun kami pandang, hukuman penjara masih di bawah 2/3 dari tuntutan KPK,” ujarnya.

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan hukuman 7 tahun penjara dan dan membayar denda Rp 500 juta subsider lima bulan kurungan kepada terdakwa Fredrich Yunadi.

Pengadilan menjatuhkan vonis tersebut karena menilai terdakwa Fredrich terbukti merintangi atau menghalangi penyidikan kasus korupsi e-KTP yang menjerat tersangka Setya Novanto, mantan Ketua Fraksi Partai Golkar.

Terdakwa Fredrich terbukti melanggar Pasal 21 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Atas vonis ini, terdakwa Fredrich langsung menyatakan banding atau menolak putusan majelis hakim. Dia mengaku akan langsung membuat akta banding. Adapun tim jaksa penuntut umum KPK menyatakan masih pikir-pikir.

Vonis yang diketok majlis hakim ini lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum KPK yang meminta majelis agar menghukum terdakwa Fredrich Yunadi 12 tahun penjara dan membayar denda Rp 600 juta subsider 6 bul‎an kurungan.‎

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Komentar Anda...

Related Articles

Close
Close