Hukum

KPK Bawa 3 Mantan Pejabat PAL ke Surabaya

BTN iklan

Jakarta, LEI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa mantan Direktur Utama (Durut) PT PAL Indonesia, M Firmansyah Arifin; mantan Direktur Keuangan, Saiful Anwar; dan GM Treasury, Arief Cahyana; ke Surabaya, Jawa Timur.

“Ketiganya dibawa ke Surabaya untuk menjalani persidangan di PN Tipikor, Surabaya,”‎ kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, di Jakarta, Kamis (27/7/2017).

Setibanya di Surabaya, jaksa penuntut umum KPK akan menitipkan Arief Cahyana di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Jawa Timur. Sedangkan M Firmansyah Arifin dan Saiful Anwar dibawa ke Rutan Klas I, Medaeng, Surabaya.

Selain itu, KPK melimpahkan kasus suap fee penjualan 2 kapal perang jenis Strategic Sealift Vessel (SSV) kepada pemerintah Filipina dari Ashanti Sales Incorporation (AS Inc) yang membelit ketiganya ke tahap penuntutan setelah berkas perkara penyidikannya dinyatakan lengkap.

Dalam kasus suap fee agensi penjualan dua kapal perang dari AS Inc kepada petinggi PT PAL Indonesia ini, KPK telah menetapkan 4 orang tersangka yakni Direktur Utama (Dirut) PT PAL Indonesia, M Firmansyah Arifin; Direktur Keuangan PT PAL Indonesia, Saiful Anwar; General Manager (GM) Treasury PT PAL, Arief Cahyana; dan Direktur Umum PT Pirusa Sejati, Agus Nugroho selaku perantara suap AS Inc.

Suap ini terbongkar setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Petugas mengamankan uang sejumlah US$ 25,000 sebagai suap dari AS Inc untuk para pejabat PT PAL Indonesia.

Dalam perjanjian penjualan dua kapal SSV buatan PT PAL Indonesia tersebut, AS Inc mendapatkan fee sebesar 4,75% dari kontrak penjualan senilai US$ 86,96 juta. Tapi ternyata, 4,75% itu sudah mencakup fee untuk oknum pejabat PT PAL sejumlah 1,25%.

Atas perbuatan tersebut KPK menyangka Agus selaku pemberi suap melanggar Pasal 5 Ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan terhadap penerima suap, yakni Firmansyah, Arief, dan Saiful Anwar, KPK menyangkanya melanggar Pasal 12 huruf a dan b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Dari hasil penyidikan kasus ini, KPK kemudian menetapkan 3 orang di antaranya, yakni M Firmansyah Arifin, Arief Cahyana, dan Saiful Anwar sebagai tersangka kasus gratifikasi karena diduga menerima uang dari berbagai pihak.

Dalam kasus itu penyidik KPK telah menyita uang sejumlah Rp 230 juta dan menelisik dugaan penerimaan uang lainnya serta mendalami pihak pemberinya dan mengusut pihak lain yang terlibat.

KPK menyangka ketiganya melanggar Pasal 12 B Undan-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami