Hukum

KPK Bentuk Tim Gabungan untuk Usut Korupsi di JICT

BTN iklan

Jakarta, LEI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menindaklanjuti kasus dugaan korupsi di PT Jakarta International Container Terminal (JICT) yang diduga merugikan keuangan negara sekitar Rp 4,08 trilyun.

“Segera kami tindak lanjuti dan kami sampaikan. Kami akan bentuk tim gabungan,” kata Ketua KPK, Agus Rahadjo di KPK, Jakarta, Senin (17/7/2017), usai menerima Pansus Pelindo II yang dipimpin Rieke Diah Pitaloka.

Tim gabungan itu, lanjut Agus, terdiri dari KPK, BPK dan PPATK. KPK menyarankan beberapa pokok poin di Pansus Pelindo yang kemudian bisa up date seluruh anggota perkembangan pansus yang terjadi.

“Mudah-mudahan dengan cara begitu kita bisa saling mengontrol dan memonitor perjalanan dari kasus ini ke depan supaya lebih cepat,” kata Agus.

Dalam pertemuan dengan jajaran Pansus Pelindo II ini, lanjut Agus, pihaknya mendiskusikan sejumlah hal setelah pansus menyerahkan laporan audit investigatif BPK, di antaranya soal kasus Quay Container Crane (QCC) yang membelit mantan Direktur Utama PT Pelindo II, Richard Joost (RJ) Lino.

“Kemudian juga mengungkapkan perkembangannya, sampai hari ini dan masih ada beberapa hal yang masih kami hadapi permasalahannya,” katanya.

Temuan yang paling baru, lanjut Agus, ternyata ada data banyak sekali. “Di sampaikan bu Rieke terkait dengan Koja, Kalibaru, dan perbandingan Priok Baru dan lama. Lalu global bond,” katanya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami