Hukum

KPK Dalami Dugaan Aliran Dana Satelit Monitoring ke DPR

BTN iklan

Jakarta, LEI – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengatakan, pihaknya sedang menelisik dugaan aliran dana kepada anggota DPR terkait proyek pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla).

“Ya (KPK mendalami dugaan aliran dana kepada anggota DPR terkait Bakamla),” kata Agus di Jakarta, Selasa kemarin (11/7/2017).

Sedangkan saat wartawan menanyakan apakah KPK telah menetapkan tersangka baru dalam kasus suap satelit monitoring tersebut, Agus merasa sudah meneken sprindik baru.

“Rasanya sudah. Apa belum diumumkan. Rasanya ada, rasanya ada. Nanti tanyakan pak Febri. Yang pasti gelarnya sudah dilakukan,” katanya.

KPK telah menetapkan 5 orang tersangka dalam kasus suap pengadaan satelit monitoring di Bakamla. Sementara POM TNI baru menetapkan satu tersangka dari anggota TNI, yakni Direktur Data dan Informasi Bakamla, Laksma Bambang‎ Udoyo.

Kelima orang tersangka KPK itu yakni Deputi Informasi Hukum dan Kerjasama Bakamla, Eko Susilo Hadi; Dirut PT Melati Technofo Indonesia, Fahmi Dharmawansyah; serta dua anak buahnya Hardi Stefanus dan M Adami Okta, dan Nofel Hasan Bakri selaku Kabiro Perencanaan dan Organisasi Bakamla.

Dari lima tersangka tersebut di antaranya sudah divonis bersalah dan putusannya sudah berkekuatan hukum tetap, yakni Fahmi Dharmawansyah 2 tahun dan 8 bulan penjara. Sementara Hardi dan Adami dijatuhi hukuman masing-masing 1,5 tahun penjara.

Adapun Eko Susilo Hadi perkaranya masih disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Jaksa menuntut Eko dihukum 5 tahun penjara. Sedangkan kasus Nofel Hasan masih dalam tahap penyidikan.

Kasus ini terungkap dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Satgas KPK terhadap Eko. Dalam semua persidangan, terungkap adanya peran Ali Fahmi alias Fahmi Habsyi yang diduga sebagai pelaku utama dalam perkara suap empat pejabat Bakamla. Politisi PDI Perjuangan itu tidak pernah hadir saat diminta memberi kesaksian di persidangan.

Ali Fahmi merupakan staf Kepala Bakamla Laksamana Madya Arie Soedewo. Dia diduga menjadi perantara suap antara Eko Susilo Hadi dan pengusaha Fahmi Darmawansyah. Namun, hingga saat ini, KPK belum mengetahui keberadaan yang bersangkutan.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami