Hukum

KPK Dorong Penggunaan Aplikasi untuk Cegah Korupsi

BTN iklan

Jakarta, LEI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendorong seluruh pemerintah daerah (pemda) dan lembaga pemerintah lainnya agar menggunakan teknologi informasi untuk pencegah korupsi.

Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan dalam konferensi pers Kinerja KPK Tahun 2017 di KPK Jakarta, Rabu (27/12/2017), menyampaikan, aplikasi yang telah digunakan utamanya pada bidang pendidikan dan peningkatan partisipasi publik dalam pemberantasan korupsi.

“Salah satunya dengan terus memperbaiki aplikasi platform JAGA. Pada 2017, sistem pencegahan korupsi-Platform
JAGA sudah dikembangkan sampai dengan versi 4.3 yang lebih stabil,” katanya.

Selain itu, lanjut Basaria, pengembangan ini membuat informasi ini lebih mudah diakses publik dan menjadi sistem integrasi yang mengkonsolidasikan informasi terkait pelayanan publik dan pengelolaan keuangan pemerintah serta sarana berbagi pengetahuan (Knowledge sharing).

JAGA Pendidikan kini dapat mengakses informasi 404.000 profil sekolah mulai SD, SMP, SMA, SMK, dan MAN, terdapat data anggaran sekolah pada 12 provinsi dan akses sistem penerimaan siswa baru
secara online di 5.877 sekolah pada 75 kabupaten atau kota.

Sementara JAGA Kesehatan mampu akses informasi penyediaan ruang rawat inap pada 120 rumah sakit secara real time dan akses profil sarana dan prasarana di 2.777 rumah sakit. Tersedia 10.051
profil Puskesmas beserta informasi besar dana kapitasi dan kinerjanya.

Sedangkan, fitur JAGA lainnya menyajikan berbagi pengetahuan pengelolaan perizinan (DPMPTSP) dan tata kelola dana desa, yang dinamakan sebagai JAGA Perizinan dan JAGA Dana Desa.

Telah diberikan akses langsung pada seluruh perizinan di Indonesia berjumlah 536 buah DPMPTSP yang mampu mengedit data secara langsung pada platform JAGA dan juga terdapat 48.000 akses profil desa di seluruh Indonesia.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close