Hukum

KPK Enggan Tanggapi Farhat Sebut SN dan RA Intimidasi Miryam

BTN iklan

Jakarta, LEI – Komisi Pemberantasan Korupsi enggan menanggapi soal ucapan Farhat Abbas yang menyebut inisial SN dan RA sebagai pihak yang diduga mengancam mantan Anggota Komisi II DPR RI, Miryam S Haryani, agar tidak mengungkap para pelaku korupsi e-KTP.

“Kami enggak bisa sampaikan materi pemeriksaan rinci,” kata Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah, di Jakarta, Senin (17/4/2014).

Febri hanya menyampaikan keterangan normatif, bahwa penyidik terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, termasuk advokat Elza Syarief untuk membongkar pelaku yang mengancam Miryam.

“Penyidik dalami terkait pihak yang diduga mempengaruhi saksi Miryam yang sekarang tersangka, saat bertemu dengan pengacara Elza. Siapa pihak pengaruhi atau tekan saksi saat itu, kami enggak bisa sampaikan rinci,” katanya.

Farhat menyampaikan pernyataan soal inisial SN dan RA itu sebelum mendampingi Elza menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka Miryam dalam kasus memberikan keterangan palsu di bawah sumpah.

“Pokoknya dalam pemeriksaa lalu, ibu Elza dikejar, yang dikejar itu termasuk petinggi juga inisial SN dan RA orang yang dianggap mengatur (keterangan Miryam). SN merupakan petinggi partai dan juga (RA) bekerja sebagai asisten. Tapi untuk lebih lengkap kita ga berani menyebutkan nama,” katanya.

Agenda pemeriksaan sebelumnya, lanjut Farhat, untuk memastikan tujuan anak buah RA yakni Anton Taufik yang menyambangi Miryam sebelum nemberikan keterangan dalam persidangan e-KTP dengan terdakwa Sugiharto dan Irman.

“Tapi ibu dikejar bahwa ke peristiwa itu dilakukan oleh suruhan orang yang berinisial SN dan RA, itu untuk pengacara Anton Taufik. Karena mereka adalah jaringan, ibu didesak untuk itu,” katanya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami