Hukum

KPK Hibahkan Rumah Bekas Djoko Susilo untuk Museum Batik

BTN iklan

Jakarta, LEI – Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) akan menghibahkan rumah mantan Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Inspektur Jendral Djoko Susilo untuk museum batik di Kota Surakarta, Jawa Tengah (Jateng).

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, melalui pesan singkat kepada wartawan, Senin (16/10/2017), menyampaikan, rumah yang merupakan barang rampasan terkait kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU), itu dihibahkan untuk mendukung visi Kota Surakarta.

“Akan dijadikan museum batik guna mendukung visi Kota Surakarta sebagai kota budaya dan pariwisata,” demikian Febri melalui pesan singkat.

Hibah tersebut berdasarkan Surat Direktur Jenderal Kekayaan Negara atas nama Menteri Keuangan Nomor: S-234/MK.6/2017 tanggal 15 September 2017, perihal Persetujuan Hibah Barang Milik Negara yang berasal dari Barang Rampasan Negara KPK kepada Pemerintah Kota Surakarta.

Pimpinan KPK akan menyerahkan rumah dengan luas tanah sekitar 3.077 meter persegi dan luas bangunan sekitar 597,75 meter persegi senilai Rp 49.126.962.000 tersebut, kepada Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, Selasa besok (17/10/2017), sekitar pukul 09.00 WIB.

Rumah yang akan dihibahkan itu beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 70, Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan, Surakarta, Jateng. “Proses penyerahan akan dilakukan di lokasi objek hibah,” kata Febri.

Rumah bergaya arsitektur Belanda dan Jawa itu terkait kasus TPPU terpidana Djoko Susilo yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) berdasarkan Putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor: 537 K/PIDSUS/2014.

Djoko Susilo merupakan terpidana 18 tahun penjara, denda Rp 1 milyar dan membayar uang pengganti Rp 32 milyar dalam kasus korupsi pengadaan simulator SIM di Korlantas Polri tahun 2010-2011 serta melakukan TPPU periode 2003-2010 dan 2010-2012.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami