Hukum

KPK Imbau Direktur Keuangan PAL Pulang ke Indonesia

BTN iklan

Jakarta, LEI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Direktur Keuangan PT PAL Indonesia, Saiful Anwar, segera pulang ke Indonesia karena sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap penjualan dua kapal perang Strategic Sealift Vessel (SSV).

“Kami minta supaya dalam hal ini kooepratif dan segera kembali ke Indonesia untuk didengar keterangannya,” kata Basaria Panjaitan, Wakil Ketua KPK, di Jakarta, Jumat malam (31/3).

KPK meminta Saiful segera pulang karena saat Operasi Tangkap Tangan (OTT), Kamis (30/3/2017) hingga ditetapkan sebagai tersangka pada hari Jumat (31/3/2017), masih berada di luar negeri.

“SAR, Direktur Keuangan PT PAL belum diamankan dalam OTT karena masih berada di luar negeri,” ujar Basaria.

KPK mengaku sudah mengetahui di negara mana Saiful berada. Namun, sebelum menempuh upaya untuk memulangkan yang bersangkutan, pihaknya mengimbau agar kooperatif.

“Ada di luar negeri, dipastikan luar negerinya walau penyidik sudah tahu. Mudah-mudahan segera pulang dan enggak capai ke sana,” ujar Basaria.

Dalam kasus suap penjualan dua kapal perang SSV dari Ashanti Sales Corporation (AS Inc.) kepada pemerintah Filipina, KPK baru menetapkan 4 orang tersangka yakni Direktur Utama (Dirut) PT PAL Indonesia, M Firmansyah Arifin; Direktur Keuangan PT PAL Indonesia, Saiful Anwar; General Manager (GM) Treasury PT PAL, Arief Cahyana; dan Agus Nugroho selaku perantara suap AS Incorporation.

KPK akan mengusut pihak lainnya yang diduga terlibat sehingga menjerat pihak pemberi dan penerima suap dengan Pasal 55 KUHP. “Keberadaan yang lain-lain bisa saja, kemungkinan selesai di sini [empat tersangka], tidak berhenti di sini ada Pasal 55 [KUHP],” kata Basaria.

Menurut Basaria, penerapan Pasal 55 KUHP baik terhadap pemberi suap dari Inc dan penerimanya pejabat PT PAL Indonesia karena KPK mensinyalir masih ada pihak-pihak yang diduga terlibat.

“Kemungkinan lain pasti ada, bisa jadi pengembangannya. Tapi sampai saat ini baru empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka,” katanya.

Kasus suap ini terungkap melalui operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK. Dalam OTT itu, disita uang sejumlah US$ 25,000 sebagai suap dari AS Inc. untuk para pejabat PT PAL Indonesia.

Dalam perjanjian penjualan dua kapal SSV tersebut, AS Incorporation mendapatkan fee sebesar 4,75% dari nilai kontrak pembelian sejumlah US$ 86,96 juta. Tapi ternyata, 4,75% itu sudah mencakup fee untuk oknum pejabat PT PAL sejumlah 1,25%.

Atas perbuatan tersebut KPK menyangka Agus selaku pemberi suap melanggar Pasal 5 Ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan terhadap penerima suap, yakni Firmansyah, Arief, dan Saiful Anwar, KPK menyangkanya melanggar Pasal 12 huruf a dan b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

24 Comments

  1. Super P Force Us Priligy Generico Mexico Order Levitra No Prescription [url=//buygenericvia.com]viagra[/url] Overseas Pharmacies Cephalexin Is Expired Is It Okay Levitra Purchase Usa

  2. Viagra From Canada Pharmacy Bentyl Antispas With Free Shipping Se Puede Tomar Viagra Todos Los Dias [url=//howtogetvia.com]viagra[/url] Q Es Propecia Amoxicillin Clav Side Effects Retin A Online No Scrip

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami