Hukum

KPK Jebloskan Bupati Bandung Barat ke Sel Tahanan

BTN iklan

Jakarta, LEI – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjebloskan Bupati Bandung Barat, Abubakar, ke sel Rumah Tahanan (Rutan) Pomdam Jaya Guntur setelah diperiksa terkait kasus suap yang membelitnya.

“ABB (Abubakar) ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur untuk 20 hari ke depan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (12/4/2018).

Abubakar mengenakan rompi oranye tahanan KPK. Namun dia tidak mau menanggapi soal sangkaan menerima suap dan penahanannya saat akan masuk mobil tahanan.

Dia hanya mengaku kondisi tubuhnya sehat dan siap menjalani proses hukum di KPK. “Alhamdulillah, sehat. Sebagai warga negara yang baik, saya jalani saja proses hukum,” ucapnya, singkat.

Tersangka Abubakar yang berjalan dibantu tongkat, kemudian masuk ke dalam mobil tahanan yang akan membawanya ke Rutan Pomdam Jaya Guntur untuk menjalani penahanan.

Abubakar merupakan tersangka terakhir yang ditahan penyidik KPK. Sebelumnya, penyidik menahan 3 tersangka hasil operasi tangkap tangan (OTT) pada Selasa kemarin (10/4/2018) di Bandung.

Adapun 3 orang tersangka lainnya yakni yakni Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Bandung Barat, Asep Hikayat; Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Wetti Lembanawati; dan Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda), Adiyoto telah ditahap pada Rabu kemarin.

Abubakar diduga awalnya meminta uang kepada jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk kepentingan kampanye sang istri, Elin Suharliah yang maju sebagai calon Bupati Bandung Barat periode 2018-2023.

Abubakar terus menyampaikan permintaan tersebut kepada para anak buahnya dalam berbagai kesempatan, di antaranya dalam sejumlah rapat pada rentang waktu Januari-April 2018.

Bukan hanya menyampaikkannya sendiri, namun Abubakar pun memerintahkan Wetti dan Adiyoto untuk menagih kepada jajaran SKPD dan mengumpulkan uang sesuai yang dijanjikan.

Sejauh ini, KPK baru menyita Rp 435 juta yang diduga merupakan suap dari sejumlah kepala dinas kepada Abu Bakar. Uang tersebut disita saat OTT berlangsung.

KPK menyangka Abubakar, Wetti, dan Adiyoto sebagai penerima suap melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkap Asep yang ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap, disangka melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami