Hukum

KPK Jebloskan Direktur PT Hidro Tekno ke Sel Tahanan

BTN iklan

Jakarta, LEI – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjebloskan Direktur PT Hidro Tekno Indonesia (HKI), Hendarwan Maruszama ke dalam sel Rumah Tahanan (Rutan) Polres Jakarta Pusat.

“HM (Hendarwan Maruszama), Direktur PT Hidro Tekno Indonesia ditahan di Rutan Polres Jakarta Pusat selama 20 hari ke depan,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di KPK, Jakarta, Senin (22/1/2018).

Penyidik KPK menahan Hendarwan usai memeriksanya sebagai tersangka kasus suap memuluskan APBD Pemkot Malang tahun anggaran 2015-2016. Hendarwan keluar gedung KPK mengenakan rompi oranye tahanan lembaga antirasuah.

KPK menetapkan Hendrawan sebagai tersangka karena diduga menyuap Ketua DPRD Malang, M Arief Wicaksono, sejumlah Rp 250 juta terkait penggangaran kembali proyek pembangunan jembatan Kedung Kandang tahun anggaran tahun anggaran 2016.

Nilai proyek jembatan Kedung Kandang itu totalnya sebesar Rp 98 milyar yang dikerjakan secara multi-years tahun 2016 sampai dengan 2018.

KPK menyangka Hendrawan Maruszaman dan Jarot Edy Sulistyono melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b, atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 yang diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Arief Wicaksono disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b, atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 yang diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami